“Kalau Ibu lagi bekerja di sini, siapa yang urus anak-anak di sana? Masa kita mau korbankan anak-anak? Saya bilang, kita orang tua ini egois kalau mementingkan diri sendiri, tetapi meninggalkan anak-anak yang masih bersekolah,” ujarnya.

Bagi Erwin, keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab orang tua yang tidak semestinya dikalahkan oleh kepentingan pribadi maupun jabatan. Ia menilai, keberhasilan dalam karier perlu berjalan seimbang dengan kewajiban memberikan perhatian kepada keluarga.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Hestiwati yang dinilainya telah menunjukkan kebesaran hati dengan memilih mengutamakan pendampingan terhadap anak-anak mereka.

Erwin mengungkapkan, keputusan itu disampaikan istrinya pada Kamis dini hari, sebelum prosesi pelantikan berlangsung. Hestiwati, kata dia, meminta agar namanya digantikan oleh peserta lain yang berada di bawahnya dalam hasil seleksi. “Alhamdulillah, Ibu Ketua Tim Penggerak PKK ini sangat berbesar hati menyampaikan, silakan diganti saja nama saya, kasih yang berikutnya saja. Nah, yang berikutnya ini sudah rezeki,” tuturnya.

Erwin kembali menegaskan apresiasinya terhadap keputusan sang istri. Ia mengaku bangga karena Hestiwati bersedia mengesampingkan kesempatan menduduki jabatan strategis demi memberikan perhatian kepada anak-anak yang masih membutuhkan pendampingan.

“Sekali lagi, saya secara pribadi memberikan apresiasi kepada Ibu Ketua Tim Penggerak PKK. Luar biasa, beliau menyampaikan tadi subuh, ganti saja saya, diganti dengan yang di bawah,” jelasnya. AJI