SULTENG RAYA – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, mengungkapkan alasan di balik batalnya pelantikan istrinya, Hestiwati, dalam jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong.

Dalam sambutannya usai melantik sejumlah pejabat JPT Pratama di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis sore (15/10/2026), Erwin menyampaikan bahwa keputusan tersebut tidak lepas dari pertimbangan keluarga, terutama perhatian terhadap anak-anak mereka yang masih menempuh pendidikan.

Padahal, berdasarkan hasil seleksi yang dilaksanakan panitia seleksi (pansel), Hestiwati meraih nilai tertinggi pada dua jabatan, yakni Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Kawasan dan Wilayah serta Kepala Dinas Kesehatan. Namun, di balik capaian tersebut, Erwin mengaku lebih memilih memberikan ruang bagi istrinya untuk mendampingi anak-anak mereka yang masih kecil dan membutuhkan perhatian orang tua.

Ia menceritakan, Hestiwati sebenarnya telah menerima undangan pelantikan. Akan tetapi, kondisi anak-anak yang masih bersekolah, mengikuti kursus, dan berada dalam masa pertumbuhan menjadi pertimbangan penting bagi keluarga mereka. “Anak-anak sudah berkecil hati. Saya punya anak, apalagi masih kecil, masih sekolah, masih TK, mau masuk SD, masih ikut kursus-kursus. Kalau anak-anak sudah merajuk, ini berat,” kata Erwin dalam sambutannya.

Menurutnya, masa kanak-kanak merupakan periode penting yang membutuhkan pendampingan dan perhatian orang tua. Ia menyebut masa tersebut sebagai golden age, yakni masa emas dalam tumbuh kembang anak yang turut menentukan arah perkembangan mereka ke depan.

Erwin mengakui, kesibukannya sebagai kepala daerah membuat waktu bersama keluarga menjadi terbatas. Karena itu, ia mempertanyakan siapa yang akan mendampingi anak-anak apabila dirinya dan sang istri sama-sama disibukkan dengan pekerjaan di pemerintahan.