Oleh : Ivan Tagora
SULTENG RAYA – Jumat, 18 September 2026, menjadi hari yang berbeda bagi warga Kecamatan Bumiraya, Kabupaten Morowali. Sejak pagi, ratusan orang mulai berdatangan ke Mapolsek Bumiraya, Desa Bahonsuai. Mereka datang dengan wajah penuh harap, bukan sekadar untuk menerima bantuan, tetapi juga untuk menyaksikan langsung sosok yang selama ini mereka dengar namanya: Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen. Pol. Nasri Sulaeman, S.I.K., M.H.
Kedatangan Kapolda Sulteng bersama rombongan disambut suasana hangat. Di tengah kesederhanaan wilayah tersebut, kehadiran orang nomor satu di jajaran Polda Sulteng itu membawa energi tersendiri. Kegiatan itu bukan hanya agenda rutin penyerahan bantuan, melainkan juga momentum untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kapolda menyerahkan 200 paket sembako, 100 paket untuk warga Kecamatan Bumiraya, 100 paket untuk warga Kecamatan Bungku Barat. Kapolda tampak didampingi Kapolres Morowali, AKBP Reza Khomeini, S.I.K. Keduanya berjalan menyapa warga yang telah menunggu.
Di lokasi, sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng dan PJU Polres Morowali turut hadir. Kehadiran mereka menegaskan bahwa kegiatan sosial ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari komitmen jajaran kepolisian untuk hadir di tengah masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian. Mapolsek Bumiraya pun berubah menjadi ruang pertemuan yang cair, tempat warga bisa berdekatan langsung dengan pemimpin kepolisian di daerahnya.
Satu per satu paket sembako diserahkan. Bantuan itu diberikan kepada warga Kecamatan Bumiraya. Tidak hanya itu, Kapolda Sulteng juga menyerahkan sembako kepada warga Kecamatan Bungku Barat di tempat yang sama. Meski wilayahnya berbeda, semangatnya tetap satu: agar bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi penyemangat di tengah berbagai kesulitan yang mereka hadapi.
Yang membuat kegiatan itu semakin istimewa, Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Tengah, Ny. Lina Nasri, turut mendampingi Kapolda Sulteng. Kehadirannya membawa nuansa berbeda. Bhayangkari tidak hanya berdiri di belakang, tetapi ikut turun langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat. Ia didampingi Ketua Cabang Bhayangkari Morowali, Ny. Nia Reza Khomeini. Kebersamaan itu menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal jabatan dan tidak berhenti pada lingkup internal kepolisian, melainkan menyentuh kehidupan warga secara nyata.
Bagi warga Bumiraya, kunjungan ini terasa sangat istimewa. Pasalnya, baru pertama kali Kapolda Sulteng mengunjungi daerah tersebut. Wajar jika antusiasme warga begitu tinggi. Mereka tidak hanya datang untuk menerima bantuan, tetapi juga ingin melihat langsung, mendengar sapaan, dan merasakan perhatian dari pemimpin kepolisian yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui berita atau informasi.
Suasana haru dan syukur menyelimuti kegiatan. Banyak warga mengaku bersyukur mendapatkan bantuan sembako dari Kapolda dan Ketua Bhayangkari Sulteng. Di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan, paket sembako tersebut menjadi hal yang sangat berarti. Namun lebih dari itu, kehadiran para pejabat kepolisian di tengah mereka memberi pesan bahwa mereka tidak sendiri. Ada perhatian, ada kepedulian, dan ada keinginan untuk terus mendekat.
Kapolda Sulteng tampak menyapa hangat warga Kecamatan Bumiraya dan Kecamatan Bungku Barat. Sapaan itu tidak sekadar formalitas. Ia berbincang, tersenyum, dan memberi ruang bagi warga untuk merasa nyaman. Dalam momen seperti itu, jarak antara polisi dan masyarakat seakan mencair. Yang tersisa adalah kebersamaan, rasa saling menghormati, dan harapan bahwa hubungan baik ini akan terus terjaga.
Kegiatan penyerahan sembako ini menjadi cermin bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan keamanan. Polri juga hadir untuk membantu, melayani, dan menguatkan masyarakat. Melalui bantuan sosial, kunjungan langsung, serta sapaan hangat, Kapolda Sulteng dan jajaran berupaya membangun kedekatan yang lebih humanis. Bagi warga Bumiraya dan Bungku Barat, Jumat itu bukan hanya tentang sembako yang mereka bawa pulang, tetapi juga tentang kenangan bahwa mereka pernah disapa dan diperhatikan oleh pemimpin kepolisian daerahnya.
Di akhir kegiatan, warga perlahan meninggalkan lokasi dengan wajah yang lebih cerah. Ada rasa syukur, ada harapan, dan ada keyakinan bahwa kebersamaan antara Polri dan masyarakat akan terus tumbuh. Kunjungan pertama Kapolda Sulteng ke Bumiraya itu mungkin akan menjadi awal dari banyak hal baik berikutnya, sebuah langkah kecil yang bermakna besar bagi warga Morowali. ***
