SULTENG RAYA — Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah dari Fraksi PKS, Sri Atun, menyoroti keterbatasan ketersediaan vaksin untuk penanganan rabies di Kabupaten Poso.
Ia mendorong penguatan pencegahan penyakit dalam pembahasan perubahan regulasi penyelenggaraan kesehatan daerah. Sorotan itu disampaikan dalam diskusi kelompok terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD) pembahasan Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kesehatan, Selasa (13/10/2026).
Dalam paparannya, Sri Atun menyebut ketersediaan vaksin di Poso belum mencukupi kebutuhan penanganan rabies. Persoalan tersebut menjadi contoh pentingnya kesiapan sumber daya kesehatan untuk merespons penyakit yang menonjol di suatu wilayah. “Menurutnya, penanganan kesehatan di Sulawesi Tengah perlu mempertimbangkan perbedaan persoalan penyakit antardaerah. Karena itu, pendekatan pelayanan dan pencegahan perlu disesuaikan dengan kebutuhan setempat,”katanya.