SULTENG RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso menginisiasi penandatanganan MoU dan Business Matching antara Koperasi Karya Bersama, BPJS Ketenagakerjaan, PNM, dan PT Pegadaian untuk pengembangan ekonomi daerah (PED) komoditi kakao di Desa Pandayora, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Selasa (13/10/2026).
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Poso – Soeharto Kandar, hadir langsung untuk membersamai momentum menaikkan kelas kelas petani kakao di desa itu.
Petani yang hadir pada kesempatan itu diberi edukasi seputar jaminan sosial, investasi, dan finansial dari Industri Jasa Keuangan (IJK).
Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra menyampaikan, setahunan terakhir ini, OJK intens menyambangi Desa Pandayora. Literasi keuangan intens digalakkan kepada petani agar lebih melek pengaturan financial dan mendapatkan akses terhadap jaminan sosial.
”Kami disini edukasi lagi, lagi, dan lagi. Ini jadi program pendalaman dari program sebelumnya. Dari (petani) yang kurang paham, menjadi lebih paham. Dari yang kurang tahu terhadap akses pembiayaan, menjadi tahu – ada akses pembiayaan, investasi, dan jaminan sosial kami hadirkan,” kata Bonny saat menyampaikan sambutan.
OJK, kata Bonny, menginginkan ekosistem yang dibangun di Desa Pandayora, menjadi percontohan untuk diadopsi di Sulteng – di mana eksosistem financial dan kesejahteraan petani berjalan beriringan bahkan berkembang.
“Kita inginkan itu. Sustainable. OJK datang ke sini, tidak datang sekali, terus lupa. Kami dampingi sampai jadi,” tambah Bonny.
Hal senada juga diungkapkan Deputi Direktur Direktorat Pengembangan PVML OJK, Ario. Dia mengapresiasi gerakan yang dibangun di Pamona Selatan tersebut.
”Kami apresiasi apa yang dilakukan Pemkab Poso, OJK, dan Koperasi Karya Bersama ini dalam membangun kesejahteraan petani kakao di sini. Saya melihat potensinya besar di sini,” kata Ario.
Sementata itu, Wakil Bupati Poso, Soeharto Kandar memastikan untuk terus mendampingi gagasan besar dari OJK Sulteng di Desa Pandayora ini.
”Jadi, teman-teman petani, upayakan, kakao nya dijaga mutunya, organik. Tentunya dijual kepada koperasi Karya Bersama ini,” ungkap Wabup.
Selanjutnya, Ketua Koperasi Karya Bersama, Bernart Ranonto mengatakan, kesepakatan ekspor dengan Valrhona telah terjalin untuk kedua kalinya dengan kuantum ekspor yang meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Saat ini, kata dia, pihaknya harus memenuhi 12,5 ton permintaan kakao fermentasi dari sebelumnya hanya dua ton yang akan diambil oleh perusahaan asal Prancis itu.
”Ini semua adalah kabar baik untuk petani di Pamona Selatan bahwa kakao fermentasi yang kami olah yang berasal dari mereka, kini makin membuka peluang kesejahteraan. Kami harap ini jadi momentum meningkatkan produktivitas, kualitas, dan nilai tambah bagi petani,” ucap Bernart.
Sancie Castan, Cacao Resources in Valrhona menyampaikan sinergi dengan Koperasi Karya Bersama benar-benar dibangun dari bawah. Kini, permintaan itu makin meningkat dan memberikan nilai tambah bagi kakao petani di Desa Pandayora, Pamona Selatan.
Pada kesempatan itu, Sancie membawa produk cokelat Valrhona hasil dari bahan baku biji kakao fermentasi Pamona Selatan yang kemudian dicicipi para pejabat, dan peserta yang hadir di lokasi itu. RHT