Erwin menegaskan, kondisi warga yang telah lama tinggal di pengungsian harus segera ditangani secara serius agar mereka dapat menempati hunian yang lebih layak.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan membantu pembangunan rumah permanen bagi warga yang masih berada di pengungsian. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan seluas 37 x 40 meter sebagai lokasi pembangunan hunian.
Pembangunan rumah permanen tersebut direncanakan segera ditindaklanjuti melalui proses tender. Pemerintah berharap pembangunan dapat dimulai secepatnya agar warga tidak lagi harus bertahan di pengungsian. “Pemerintah provinsi membantu pembangunan rumah permanen, sementara pemerintah kabupaten sudah menyiapkan lahannya. Kita berharap prosesnya dapat segera berjalan sehingga masyarakat yang masih berada di pengungsian bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak,” katanya.
Selain penanganan banjir, Erwin mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi bencana lainnya, seperti kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan. Menurutnya, kondisi cuaca di Parigi Moutong saat ini bervariasi. Sejumlah wilayah mengalami hujan dengan intensitas tinggi yang memicu banjir, sedangkan wilayah lainnya menghadapi kekeringan dan kesulitan memperoleh air bersih.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi dan mitigasi bencana kepada masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Dalam situasi bencana, keselamatan kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan perempuan, harus menjadi prioritas.
Bupati turut mengapresiasi keterlibatan relawan, petugas BPBD, pemerintah desa, camat beserta jajaran, dan masyarakat yang telah membantu penanganan bencana. Ia berharap upaya pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat mempercepat pemulihan kondisi warga, terutama delapan KK yang masih menempati pengungsian di Desa Sibalago. AJI