SULTENG RAYA – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir sekaligus meninjau lokasi bencana di Kecamatan Toribulu, Rabu (7/10/2026). Pemerintah daerah juga menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian permanen bagi warga yang masih tinggal di pengungsian sejak bencana banjir 2024.

Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 191 kepala keluarga (KK) di enam desa di Kecamatan Toribulu terdampak banjir yang terjadi pada 25 dan 27 September 2026. Rinciannya, Desa Tomoli Utara 70 KK, Toribulu Selatan 35 KK, Singura 30 KK, Sibalago 25 KK, Sienjo 15 KK, dan Tomoli Selatan 16 KK.

Bupati Erwin Burase mengatakan, curah hujan tinggi di wilayah Parigi hingga Kasimbar menyebabkan banjir berulang di sejumlah wilayah. Karena itu, ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis segera mengidentifikasi titik-titik yang menjadi penyebab banjir untuk menentukan langkah penanganan dan mitigasi.

“Banjir di wilayah kita terjadi berulang-ulang. Ini yang harus kita antisipasi bersama agar kejadian seperti ini tidak terus terjadi dan masyarakat tidak menjadi korban,” ujarnya.

Ia secara khusus meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan identifikasi dan mengambil langkah antisipasi sejak dini, sehingga penanganan tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Bantuan sembako yang disalurkan kepada warga merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Setelah menyerahkan bantuan di Desa Tomoli Utara, Erwin bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke Desa Sibalago. Di lokasi tersebut, ia melihat langsung kondisi warga yang masih menempati pengungsian akibat banjir pada 2024.

Hasil peninjauan menunjukkan masih terdapat delapan KK yang bertahan di lokasi pengungsian. Sebagian tenda bahkan ditempati lebih dari satu KK. Bupati juga berdialog dengan warga untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka, termasuk penanganan kesehatan bagi warga yang sedang sakit.

Selain sembako, pemerintah turut menyerahkan tenda dan sarung serta menyediakan mesin pompa air untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Kebersihan lingkungan dan kesehatan warga di lokasi pengungsian juga menjadi perhatian dalam penanganan tersebut.