SULTENG RAYA – Seorang nelayan dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Desa Kasuari, Bokan Kepulauan , Kabupaten Banggai Laut (Balut). Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menerima laporan mengenai seorang nelayan yang belum kembali dari melaut itu dari Kepala Desa, Albean, Minggu (12/7/2026).

Lokasi kejadian di Perairan Desa Kasuari atau jarak lurus 42 Nautical Mile (Nm), dengan estimasi waktu tempuh 4 jam. Kronologinya, pada Sabtu (11/7/2026) sekira pukul 07.00 WITA, korban bersama seorang rekannya berangkat memancing di Perairan Desa Kasuari. Sekitar pukul 12.00 WITA, rekan korban mengajak korban kembali ke daratan karena kondisi cuaca mulai memburuk. Namun, korban memilih tetap melanjutkan aktivitas mencari ikan.

Hingga pukul 18.00 WITA, korban belum kembali dan tidak dapat dihubungi (lost contact). Pihak keluarga bersama masyarakat nelayan telah melakukan upaya pencarian secara mandiri, namun hasilnya masih nihil. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke USS Banggai Laut untuk meminta bantuan SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh.Rizal mengatakan, Operasi SAR dilaksanakan pada Minggu sekira pukul 14.45 Wita, Tim Rescue USS Balut bersama unsur potensi SAR tiba di Desa Kasuari dan berkoordinasi dengan pihak keluarga serta pemerintah desa untuk melaksanakan pencarian.

Sekira pukul 15.00 wita, tim SAR Gabungan melaksanakan briefing kekuatan personel, kesiapan alut, pembagian tugas, serta penyampaian petunjuk keselamatan kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas. Selanjutnya tim melaksanakan pencarian menggunakan dua perahu nelayan dengan radius pencarian 5 Nm dari lokasi kejadian.

“Pukul 18.00 wita, hasil pencarian masih nihil. Operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada esok pagi (hari ini). Korban diketahui bernama Wiranto (28), jelas Rizal.

Tim SAR yang terlibat yakni Tim Rescue USS Balut, BPBD Balut, Bhabinkamtibmas, apparat dan masyarakat setemat. Sementara, alat utama dan peralatan yang digunakan adalah perahu nelayan, peralatan water rescue, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, Palsar medis dan Palsar evakuasi.

“Perkembangan Operasi SAR selanjutnya akan dilaporkan secara berkala,”singkat Rizal. AMR