Untuk membantu ekonomi keluarga, ia juga melakoni usaha jualan online. Tantangan membesarkan lima anak diakui tidak ringan, terutama pada pengeluaran kebutuhan harian seperti popok bayi. Kendati demikian, ia bersyukur urusan nutrisi anak bungsunya relatif terbantu karena sang anak tidak mengonsumsi susu formula dan murni mendapatkan air susu ibu (ASI). “Kalau makan sekarang, sudah mulai diberikan makanan pendamping yang disaring, seperti bubur dicampur sayur, ikan, tahu, dan tempe,” tambahnya.
Menerima bantuan paket sembako dari Kemendukbangga/BKKBN Sulteng, Yunita tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia berharap uluran tangan serupa dapat terus menjangkau lebih banyak keluarga prasejahtera lainnya. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Terima kasih kepada BKKBN Provinsi. Insya Allah, kami sebagai orang tua akan terus bekerja keras agar ke depan masa depan anak-anak kami bisa lebih baik. Pesan untuk pemerintah, kalau bisa terus memerhatikan dan menyalurkan bantuan bagi keluarga-keluarga yang tidak mampu,” ujarnya penuh harap.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Nuryamin mengatakan, penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen nyata Perwakilan BKKBN Sulteng dalam menekan angka stunting. , Menurutnya, penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor yang memerlukan kepedulian kolektif.
“Penanganan stunting tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Melalui Program Genting ini, kami berupaya menggerakkan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang layak sejak dini demi menyongsong generasi emas Indonesia,” ujar Nuryamin. AMR