SULTENG RAYA – Dalam rangka mendukung persiapan pelaksanaan penerbangan internasional perdana di Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu mengikuti Pelatihan Pemeriksaan Keimigrasian, Pengelolaan Passenger Analysis Unit (PAU), dan Pola Kerja di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas petugas pemeriksa keimigrasian agar siap menghadapi peningkatan aktivitas perlintasan internasional melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri.

Pelatihan dipimpin oleh Ketua Tim Standardisasi dan Prosedur Pemeriksaan Keimigrasian Tempat Pemeriksaan Imigrasi Udara, Gusti Galuh Ratna Sari, yang menyampaikan materi mengenai standar pemeriksaan keimigrasian, pengelolaan Passenger Analysis Unit (PAU) sebagai instrumen analisis penumpang, serta penerapan pola kerja di Tempat Pemeriksaan Imigrasi sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Mursalim, dan diikuti oleh para pejabat serta pegawai yang bertugas pada bagian TPI, termasuk pegawai lainnya yang berkesempatan hadir sebagai sarana pembelajaran bersama.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia menjelang beroperasinya penerbangan internasional di Sulawesi Tengah.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut pelaksanaan penerbangan internasional perdana di Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri,” katanya.

“Kami ingin memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman yang sama terhadap standar pemeriksaan keimigrasian, pengelolaan Passenger Analysis Unit, serta pola kerja di Tempat Pemeriksaan Imigrasi, sehingga pelayanan dan pengawasan keimigrasian dapat dilaksanakan secara profesional, cepat, tepat, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” harap Muhammad Akmal.*/YAT