“Untuk menjadi wartawan yang profesional, kita harus terus belajar, mengasah keterampilan, dan meningkatkan kompetensi,” ujarnya.
Selain kemampuan jurnalistik, Aat juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan sopan santun, baik dalam berperilaku maupun ketika menjalankan tugas peliputan. Menurutnya, profesionalisme wartawan juga tercermin dari sikap dan cara membawa diri, termasuk memperhatikan penampilan saat bertugas.
“Wartawan adalah orang yang berkelas dan berpendidikan. Jadi, kalau liputan jangan memakai kaus oblong. Jangan memakai sandal juga. Kalau kita ingin dihargai orang lain, kita harus menghargai diri sendiri,” ucapnya.
Aat juga mendorong wartawan agar tetap produktif menghasilkan karya jurnalistik. Melalui tulisan, wartawan dapat menyampaikan gagasan, pemikiran, informasi, serta berbagai peristiwa kepada masyarakat.
Tidak hanya kemampuan menulis, ia berharap wartawan juga mengembangkan keterampilan berbicara agar mampu menyampaikan pendapat dan gagasan secara baik. “Selain menulis, saya juga berharap teman-teman memiliki kemampuan berbicara yang baik agar dapat mengemukakan pendapat dengan baik,” pungkasnya.*ENG