Menurut Rajindra, pemilihan Kota Palu sebagai tuan rumah Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah juga memiliki makna strategis dan simbolis. Palu menjadi pengingat akan pentingnya persatuan, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai ujian serta membangun kehidupan masyarakat menuju masa depan yang lebih baik.

Selain tema kebangsaan, identitas visual kegiatan ini juga menampilkan daun kelor sebagai salah satu unsur utama logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Daun kelor dipilih karena merepresentasikan nilai kehidupan, ketahanan, dan kebermanfaatan, sekaligus mencerminkan kedekatannya dengan identitas budaya serta potensi lokal Kota Palu.

Penggunaan daun kelor tersebut menjadi simbol keterhubungan antara nilai-nilai lokal dan cita-cita kebangsaan. Filosofi ini mengandung pesan bahwa kemajuan Indonesia dapat dibangun dengan menghargai kekayaan budaya daerah, memperkuat identitas lokal, serta menjadikan potensi masyarakat sebagai kekuatan bersama.

Melalui Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah di Palu, semangat “Bersama Satukan Bangsa” diharapkan tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi juga menguatkan komitmen bersama dalam merawat persaudaraan, memperkokoh persatuan, dan mendorong Indonesia yang berkemajuan. ENG