Meski demikian, Pemkab Parigi Moutong mencatat sejumlah kendala dalam pemanfaatan perangkat tersebut, terutama terkait keamanan fasilitas sekolah dan ketersediaan jaringan internet.
Untuk mengantisipasi risiko kehilangan aset sekolah, Erwin meminta Disdikbud memprioritaskan penyediaan tenaga penjaga sekolah, terutama di sekolah yang memiliki fasilitas dan inventaris bernilai tinggi. “Ini menjadi PR bagi Dinas Pendidikan untuk menyiapkan minimal satu orang tenaga penjaga di tiap sekolah, mengingat banyaknya aset dan inventaris bernilai tinggi yang harus dijaga,” tegasnya.
Selain keamanan, keterbatasan jaringan internet juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Selama ini, sejumlah guru mengandalkan hotspot pribadi untuk mendukung penggunaan perangkat digital dalam pembelajaran. Pemkab Parigi Moutong berkomitmen mencari solusi atas kendala tersebut, khususnya di sekolah-sekolah terpencil, melalui penyediaan fasilitas internet berbasis satelit.
Berdasarkan data teknis yang disampaikan, sebanyak 740 satuan pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong menerima bantuan PID pada alokasi tahun 2025. Jumlah tersebut terdiri atas 425 sekolah dasar (SD), 115 sekolah menengah pertama (SMP), dan 200 satuan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Erwin berharap pemanfaatan PID dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus mendukung pemerataan kualitas pendidikan hingga ke wilayah pelosok. Ia juga berharap program digitalisasi sekolah yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong. AJI