“Kita tidak ingin pembangunan hanya menghasilkan kota yang semakin baik secara fisik, tetapi masih menyisakan kelompok masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas, pelayanan, pendidikan, pekerjaan, maupun ruang-ruang partisipasi,” tegas Kaban.

Kaban menyadari bahwa dalam mewujudkan pembangunan yang benar-benar inklusif, masih terdapat berbagai hal yang perlu diperbaiki dan disempurnakan.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Palu menyambut baik kehadiran KND sebagai mitra strategis untuk memberikan perspektif, masukan, serta rekomendasi yang dapat menjadi bahan dalam memperkuat kebijakan pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua KND Dr. Dante Rigmalia, M.Pd, menjelaskan bahwa Komisi Nasional Disabilitas memiliki tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan advokasi terhadap pelaksanaan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di Indonesia.

Dante juga memberikan apresiasi terhadap perhatian yang telah ditunjukkan Pemerintah Kota Palu terhadap isu disabilitas.

“Terima kasih Kota Palu atas perhatian bagi penyandang disabilitas. Banyak hal yang kami lihat sebagai praktik baik dari Pemerintah Kota Palu. Ini mencerminkan upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas,” ujarnya.

Ia menilai, keterbukaan Pemerintah Kota Palu dalam menerima masukan dan rekomendasi merupakan bagian penting dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

“Dengan rendah hati Pak Wali Kota tadi mengatakan ingin mendapat pengalaman, rekomendasi, dan masukan, padahal sesungguhnya beliau sudah melakukan banyak hal. Tepuk tangan untuk Kota Palu,” ungkap Dante.

FGD tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penguatan kebijakan, program, dan pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.

Pemerintah Kota Palu pun berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi bersama KND, perangkat daerah, organisasi penyandang disabilitas, serta seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan Kota Palu yang semakin inklusif, setara, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. ABS