SULTENG RAYA- Pemerintah Kota Palu terus memperkuat komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui Focus Group Discussion (FGD) Pembangunan Daerah Responsif dan Ramah Disabilitas yang digelar Pemerintah Kota Palu melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Rabu (7/10/2026).

FGD ini menghadirkan Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia, Dr. Dante Rigmalia, M.Pd, dan diikuti staf ahli, para asisten Sekretariat Daerah Kota Palu, Pimpinan OPD, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Wali Kota Palu diwakili Kepala Bappeda Kota Palu, Ahmad Rijal Arma, menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat koordinasi sekaligus mengevaluasi berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam membangun lingkungan yang inklusif.

“Atas nama Pemerintah Kota Palu saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia beserta jajaran di Kota Palu. Bagi kami, pertemuan ini merupakan kesempatan yang sangat penting untuk mendengar, belajar, mengevaluasi, dan memperkuat langkah bersama dalam mewujudkan pembangunan Kota Palu yang semakin inklusif,” ujar Kaban.

Kaban mengatakan, pembangunan daerah pada hakikatnya harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Karena itu, perhatian terhadap penyandang disabilitas tidak boleh hanya ditempatkan sebagai bagian dari program sosial, tetapi harus menjadi bagian dari proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor.

Menurut Kaban, kemajuan sebuah kota tidak cukup hanya dilihat dari pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi.

Lebih dari itu, pembangunan harus mampu memastikan setiap warga memperoleh akses yang setara terhadap pelayanan publik, pendidikan, pekerjaan, fasilitas umum, serta ruang untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.