Safri mengingatkan bahwa keberadaan TKA seharusnya hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli yang memang belum dapat dipenuhi tenaga kerja lokal. Karena itu, pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus semestinya diprioritaskan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Ia khawatir lemahnya pengawasan justru membuka celah bagi tenaga kerja asing untuk mengisi pekerjaan yang sebenarnya dapat dikerjakan oleh tenaga kerja lokal. “Jangan sampai anak-anak daerah hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Kalau memang membutuhkan tenaga ahli asing, silakan, tetapi harus jelas keahliannya, pekerjaannya dan izinnya,” tegasnya.
Selain persoalan kesempatan kerja, Safri juga meminta pemerintah melihat aspek kepatuhan terhadap aturan keimigrasian dan ketenagakerjaan secara bersamaan. Menurut dia, pemerintah harus memastikan bahwa setiap TKA yang masuk memiliki dokumen yang sesuai, bekerja pada posisi yang sesuai dengan izin, serta memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
Safri juga meminta pemerintah membuka data mengenai jumlah TKA, asal negara, jenis visa, perusahaan pengguna, jabatan atau pekerjaan, serta lama masa tinggal mereka di Sulawesi Tengah. Data tersebut penting agar masyarakat dapat mengetahui bahwa keberadaan TKA benar-benar sesuai kebutuhan industri dan tidak menggeser kesempatan kerja masyarakat lokal.
Safri menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh bersikap pasif terhadap meningkatnya arus masuk TKA. “Investasi memang penting, tetapi pengawasan juga harus berjalan. Jangan sampai kemudahan investasi justru membuat pengawasan terhadap tenaga kerja asing menjadi longgar,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah segera mengevaluasi sistem pengawasan TKA, terutama dengan semakin intensifnya penerbangan langsung dari China ke Palu.
Bagi Safri, semakin banyak TKA yang masuk berarti semakin besar pula tanggung jawab pemerintah memastikan seluruh prosesnya sesuai aturan. “Harus ada kepastian bahwa setiap orang asing yang bekerja di Sulteng memiliki izin yang benar, pekerjaan yang benar, dan tidak mengambil pekerjaan yang seharusnya menjadi ruang bagi tenaga kerja lokal,” pungkasnya. WAN
