Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan lansia melalui program Lansia Entrepreneur, yang merupakan salah satu menu dalam program SIDAYA (Lansia Berdaya). Berdasarkan data SIGA, sebanyak 41.329 anggota Bina Keluarga Lansia (BKL) tercatat di Sulawesi Tengah. Jumlah tersebut menunjukkan pentingnya menghadirkan ruang pemberdayaan agar lansia tetap aktif, produktif, dan memiliki kesempatan mengembangkan potensi.
Melalui pelatihan yang merupakan hasil kolaborasi Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah bersama BBPVP Makassar dan dilaksanakan oleh Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (SPPVP) Palu, para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan kreativitas melalui kerajinan rajut.
Hasil pembelajaran tersebut kemudian ditampilkan dalam gelar karya hasil pelatihan, dengan memamerkan berbagai kerajinan yang dibuat para peserta, seperti strap phone, coaster, tumbler hanging, pouch, cup hanging, tas belanja, tas pesta, dan tas HP. Gelar karya menjadi bentuk apresiasi sekaligus menunjukkan bahwa lansia tetap memiliki kemampuan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan keterampilan.
Melalui Lansia Entrepreneur, kegiatan pemberdayaan diharapkan tidak berhenti pada pelatihan keterampilan, tetapi terus membuka ruang bagi lansia untuk menjadi lebih aktif, percaya diri, produktif, dan berdaya. Semangat para lansia Maroso selama sepuluh hari pelatihan menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah batas untuk terus belajar dan menghasilkan karya. AMR
