SULTENG RAYA – Meski menghadapi keterbatasan seperti tangan yang mulai kaku dan penglihatan yang berkurang, 32 lanjut usia (lansia) dari Sekolah Lansia Maroso, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, tetap antusias mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional Tailor Made Training (TMT) Batch 2 Program Pelatihan Pembuatan Craft dengan Teknik Rajut.
Selama sepuluh hari, 1–11 September 2026, para peserta belajar merajut secara bertahap, mulai dari teknik dasar hingga teknik lanjutan. Proses pembelajaran dilakukan melalui praktik langsung dan latihan berulang, hingga para peserta semakin terbiasa mengikuti setiap tahapan dan mampu menghasilkan berbagai kerajinan.
Instruktur SPPVP Palu, Amina, mengatakan proses pembelajaran pada awalnya tidak mudah karena sebagian peserta mengalami kendala seperti tangan yang kaku dan penglihatan yang mulai berkurang. Namun, setelah terbiasa dan terus berlatih, para peserta menunjukkan perkembangan yang cepat.
“Awalnya memang agak sulit karena tangan oma-oma sudah kaku dan penglihatannya juga mulai kabur. Tapi setelah sering latihan dan terbiasa, ternyata mereka cepat belajar. Banyak yang hasilnya bagus, padahal hanya sepuluh hari,”ujar Amina.
Menurut Amina, semangat peserta menjadi hal yang paling berkesan selama mendampingi proses pelatihan. Para lansia mampu melewati berbagai kesulitan dan terus mengikuti setiap tahapan pembelajaran hingga menghasilkan karya. “Usia hanyalah angka, tetapi semangat belajar harus tetap jiwa muda,” katanya.
