SULTENG RAYA– Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kota Palu menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula MAN IC Palu, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Menghidupkan Nilai-Nilai Akhlakul Karimah Rasulullah SAW di Era Transformasi Digital” tersebut diikuti peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan MAN IC Palu.
Peringatan Maulid Nabi ini juga turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng, Kepala Kantor Kemenag Kota Palu, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kota Palu, pengawas pembina, Ketua Pokjawas, Ketua Komite MAN IC Palu beserta pengurus, Camat Palu Utara, Lurah Mamboro, serta sejumlah imam masjid di sekitar wilayah Mamboro.
Dalam kegiatan tersebut, MAN IC Palu menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. Dr. K.H. Zainal Abidin, M.Ag, untuk menyampaikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam ceramahnya, Prof Zainal Abidin mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan. Katanya, akhlak mulia Rasulullah SAW merupakan contoh terbaik yang tetap relevan diterapkan dalam kehidupan, termasuk di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Kemajuan teknologi memberikan kemudahan bagi manusia dalam berkomunikasi, memperoleh informasi, dan membangun hubungan sosial. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan, terutama dalam menjaga etika dan perilaku di ruang digital.
Karena itu, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kesabaran, amanah, kasih sayang, rendah hati, serta menghargai orang lain, perlu menjadi landasan dalam menggunakan teknologi. Akhlak tersebut tidak hanya diterapkan dalam kehidupan nyata, tetapi juga harus tercermin dalam aktivitas di media sosial maupun berbagai ruang komunikasi digital.
Di era digital, setiap orang dituntut untuk lebih bijak dalam menerima, mengolah, dan menyebarkan informasi. Keteladanan Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya berkata benar, menghindari fitnah, tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, serta menghormati perbedaan pendapat.
Nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting ketika arus informasi bergerak begitu cepat dan setiap orang dapat dengan mudah menyampaikan pendapat kepada publik.
Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak membuat manusia kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan akhlak. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan, memperkuat silaturahmi, menambah pengetahuan, serta memberikan manfaat bagi sesama.
