SULTENG RAYA– Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu mengimbau seluruh dosen yang berminat mengikuti Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2026 agar segera menyerahkan proposal ke LPPM sebelum batas akhir pengajuan.

Ketua LPPM Unismuh Palu, Dr. Rukhayati, S.E., M.M., mengatakan masa pengusulan proposal Kosabangsa telah diperpanjang hingga 20 Juli 2026. Semula, batas akhir pengajuan dijadwalkan pada 15 Juli 2026.
“Sebenarnya terakhir itu tanggal 15 Juli 2026, namun ada perpanjangan lima hari, sehingga batas akhir menjadi tanggal 20 Juli 2026,” kata Rukhayati di Palu, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini baru satu proposal yang telah memperoleh persetujuan (approval) dari empat proposal yang ditargetkan untuk diajukan oleh Unismuh Palu. Karena itu, LPPM berharap tim penyusun tiga proposal lainnya dapat memanfaatkan sisa waktu yang tersedia agar seluruh proposal dapat diajukan tepat waktu.
Menurut Rukhayati, penyusunan proposal Kosabangsa memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan skema hibah pengabdian masyarakat lainnya. Hal itu disebabkan program tersebut mengedepankan kolaborasi antarlembaga dan memiliki persyaratan administrasi maupun substansi yang lebih banyak.
“Memang Kosabangsa berbeda dari pengabdian lainnya, karena ini merupakan skema kolaborasi sehingga persyaratannya lebih banyak,” ujarnya.
Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, Unismuh Palu hanya berhasil meloloskan satu proposal dalam program tersebut. Tahun ini, LPPM menargetkan peningkatan jumlah proposal yang berhasil memperoleh pendanaan.
“Kami berharap tahun ini jumlah proposal yang lolos bisa lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Kosabangsa merupakan salah satu skema hibah pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan pemerintah dengan mempertemukan perguruan tinggi klaster utama atau mandiri bersama perguruan tinggi mitra dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat berbasis hasil riset dan inovasi.
Program tersebut diarahkan untuk mempercepat penerapan teknologi tepat guna dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, khususnya di daerah tertinggal, wilayah miskin ekstrem, dan kawasan rawan bencana.
Melalui skema ini, pemerintah mendorong kolaborasi lintas perguruan tinggi guna menghilirisasikan hasil penelitian menjadi solusi yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Bidang prioritas yang menjadi sasaran meliputi sektor pangan, energi, dan kesehatan, dengan tema pendukung seperti swasembada pangan, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, serta ekonomi biru.
LPPM Unismuh Palu berharap para dosen dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat budaya riset dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan melalui inovasi berbasis penelitian. ENG