SULTENG RAYA-Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu melalui Fakultas Agama Islam (FAI) bekerja sama dengan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LP2AIK) telah mengadakan pengajian nasional pada Selasa (14/7/2026) melalui Zoom Meeting.

Pengajian Nasional itu mengangkat tema “Hijrah: Dari Mahasiswa Biasa Menjadi Pemimpin Peradaban” menghadirkan narasumber Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan (Kalsel), Dr. H. Abd. Rochim Al Audah, M.Ag, dipandu oleh Wakil Dekan III FAI Unismuh Palu, Dr. Abd. Mufarik A. Marhum, S.Pd.I., M.Pd, diikuti secara terbuka baik masyarakat umum maupun dosen dan mahasiswa Unismuh Palu.

Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM diwakili oleh Wakil Rektor 1 Unismuh Palu, Dr. Sudirman, S.KM., M.Kes saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada LP2AIK dan FAI Unismuh Palu yang telah melaksanakan pengajian nasional dengan menghadirkan narasumber dari luar Provinsi Sulawesi Tengah.

Terlebih tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini sebagai generasi yang tengah dipersiapkan sebagai pemimpin masa depan. Untuk itu Ia sangat mengharapkan agar seluruh peserta dapat mengikuti dengan seksama hingga tuntas, terlebih kepada mahasiswa. “Diikuti hingga tuntas, setiap materinya disimak dengan serius, karena ini sangat relevan dengan kondisi saat ini,”sebutnya.

Dalam pemaparan materinya, Abd. Rochim mengajak generasi muda tidak lagi sekadar sebagai penonton, melainkan sebagai pelaku sejarah sebagaimana yang dilakukan oleh para generasi pendahulu. Salah satunya adalah sahabat Nabi, Khalid bin Walid yang bergelar Saifullah atau “Pedang Allah” (Pedang Allah yang Terhunus).

Memimpin peperangan baik sebelum maupun setelah menjadi Islam sebanyak 50 kali dan tidak perna kalah, salah satunya yang sangat terkenal adalah perang Yarmuk. Hal itu bisa terjadi karena Khalid merupakan generasi unggul.

“Olehnya generasi muda harus berubah, jangan menjadi generasi rebahan, sibuk main game dan menonton drakor,”ujar Abd. Rochim.

Ia meminta generasi muda untuk menyibukan diri dengan hal-hal yang lebih positif, selain menyibukan diri dengan belajar dibangku perkuliahan juga menyibukan diri dengan kegiatan ektrakulikuler atau organisasi (unit kegiatan) kemahasiswaan untuk membangun kapasitas dan jiwa kepemimpinan.

“Bukan berarti mahasiswa dilarang main game, namun bermain game hanya sekadar merilekskan pikiran, setelah itu kembali belajar dan fokus,”ujarnya.

Di tempat tersebut, Abd. Rochim juga mengingatkan kepada para dosen agar tidak pelit nilai kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa yang sibuk di organisasi kemahasiswaan. Karena kerap kali ada dosen sangat pelit nilai kepada mahasiswa yang jarang muncul di mata kuliahnya disebabkan karena kesibukan di organisasi.

“Jangan juga terlalu pelit nilai, karena di organisasi itu mereka membangun kapasitas dan jiwa kepemimpinan,”sebutnya.

Pengajian nasional itu berlangsung secara interaktif ditandai dengan tanyajawab antara pemateri dengan peserta pengajian. ENG