“Sholat dan mengaji rutin ini adalah upaya nyata kami untuk memberikan para tahanan waktu merefleksikan diri, mengambil jeda, dan menanamkan kembali nilai-nilai kebaikan yang sempat hilang,” ujarnya.

Martono menjelaskan, pembinaan rohani juga memberikan dampak positif terhadap situasi di dalam ruang tahanan. Selain mengurangi kejenuhan, kegiatan tersebut dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih kondusif. “Jangka panjangnya, kegiatan ini diharapkan menjadi bekal spiritual yang positif bagi mereka ketika nanti kembali membaur dengan masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pendekatan humanis yang ditekankan Kapolres menjadi landasan utama dalam pelaksanaan program pembinaan tersebut. “Bapak Kapolres selalu berpesan agar pendekatan kita kepada tahanan harus mengedepankan sisi kemanusiaan. Kami berharap, melalui bimbingan rohani ini, mereka bisa mengambil pelajaran berharga dan bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti,” tutup Martono.

Melalui program pembinaan spiritual yang dilaksanakan secara rutin, Polres Tojo Una Una berupaya menghadirkan proses pembinaan yang lebih menyeluruh, sehingga para tahanan memiliki bekal moral dan spiritual saat kembali ke tengah masyarakat. AMR