Partisipasi yang mengalir tidak hanya berasal dari alumni yang berdomisili di Sulawesi Tengah, tetapi juga dari berbagai provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari beragam latar belakang profesi, mulai dari jaksa, hakim, polisi, advokat, akademisi, pengusaha, aparatur sipil negara hingga profesi lainnya.
Sirajuddin mengatakan, semangat kebersamaan yang terbangun di antara para alumni menjadi bukti bahwa ikatan kekeluargaan yang terbentuk selama menempuh pendidikan tetap terjaga meski telah lama meninggalkan bangku kuliah. “Bantuan yang diberikan mungkin tidak mampu mengganti seluruh kerugian, tetapi setidaknya dapat meringankan beban dan memberikan semangat bagi mereka yang sedang menghadapi cobaan,” katanya.
Lebih lanjut, Sirajuddin menegaskan bahwa kepedulian alumni tidak hanya difokuskan kepada sesama alumni Fakultas Hukum Untad. Bantuan juga diarahkan kepada masyarakat luas yang terdampak gempa di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan kabupaten lainnya yang terdampak.
Menurutnya, bencana alam merupakan ujian bersama yang membutuhkan gotong royong dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk terus memperkuat solidaritas sosial dan membantu proses pemulihan para korban.
“Bencana ini mengajarkan kita bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar yang dimiliki masyarakat. Kami berharap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat bagi para korban, sekaligus menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi masa-masa sulit ini,”tuturnya. AJI