SULTENG RAYA – Duka yang ditinggalkan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) tidak hanya menyisakan kerusakan fisik dan korban jiwa, tetapi juga menghadirkan gelombang solidaritas dari berbagai kalangan masyarakat.
Di tengah upaya pemulihan pascagempa yang menewaskan satu orang dan menyebabkan 38 warga mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat, perhatian dan kepedulian datang dari keluarga besar Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad). Para alumni dari berbagai daerah di Indonesia bergerak cepat menggalang bantuan untuk para korban, termasuk salah seorang alumni yang turut terdampak langsung oleh bencana tersebut.
Ketua IKA Fakultas Hukum Untad, Dr. Sirajuddin Ramly, SH., MH., mengungkapkan bahwa salah satu korban yang mengalami kerugian besar akibat gempa adalah alumni Fakultas Hukum Untad, M. Sunandar Adnan, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Rumah yang ditempati Sunandar bersama keluarganya dilaporkan mengalami kerusakan sangat parah dengan tingkat kerusakan mencapai sekitar 95 persen akibat kuatnya guncangan gempa yang melanda wilayah tersebut. “Musibah ini tidak hanya dirasakan oleh saudara kita M. Sunandar Adnan, tetapi juga oleh banyak masyarakat Sulawesi Tengah yang terdampak gempa.
Karena itu, kami dari keluarga besar alumni Fakultas Hukum Untad merasa terpanggil untuk hadir dan menunjukkan kepedulian kepada sesama alumni maupun masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” ujar Sirajuddin, Rabu (17/6/2026). Menurutnya, gerakan solidaritas tersebut lahir secara spontan melalui jaringan komunikasi alumni yang tersebar di berbagai daerah. Dalam waktu singkat, sejumlah grup WhatsApp alumni menjadi ruang koordinasi untuk menghimpun bantuan kemanusiaan.