SULTENG RAYA  – Kehadiran industri pengolahan dalam program hilirisasi mineral membuka peluang kerja besar, sekaligus mengembangkan keterampilan dan membangun karier. Di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), besarnya keterlibatan generasi muda menjadi gambaran nyata peran perusahaan dalam menyediakan ruang bagi angkatan kerja produktif.

Sebagai penggerak utama penyerapan tenaga kerja yang secara signifikan menekan angka pengangguran terbuka di Morowali, Sulawesi Tengah, dan wilayah Indonesia Timur, IMIP terus memberi kesempatan sama bagi semua pekerja. Data ketenagakerjaan di kawasan IMIP mencatat, ada 61.169 pekerja atau 60,06 persen dari total karyawan merupakan generasi Z (Gen Z). Angka itu menempatkan kelompok demografi manusia yang lahir dalam rentang tahun 1997 hingga 2012 tersebut sebagai bagian dominan dalam aktivitas industri di kawasan industri terintegrasi berbasis mineral nikel ini.

Rekap terakhir yang dihimpun HR Departemen PT IMIP pada 24 Oktober 2026, total jumlah karyawan sebanyak 101.846, dengan presentase usia 17-29 tahun (Gen Z) 60,06 persen, generasi milenial (umur 30-45 tahun) 38,05 persen atau berjumlah 38.750 pekerja dan Gen X ke atas (46 tahun +) 1,2 persen atau 1.927 pekerja.

Media Department Head PT IMIP, Dedy Kurniawan, menjelaskan, dominasi Gen Z mencerminkan besarnya keterlibatan kelompok usia muda dalam kegiatan industri, mulai dari operasional produksi hingga berbagai fungsi pendukung. Kondisi ini sekaligus memerlihatkan, sektor industri dapat menjadi salah satu jalur dalam memeroleh pengalaman profesional dan mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

“Jika dilihat dari jenjang pendidikan, lulusan SMA/SMK 64,77 persen atau 65.965 pekerja, Diploma 4,68 persen atau 4.766 pekerja, untuk lulusan S1 sebanyak 28,10 persen atau berjumlah 28.623 pekerja. Sementara di jenjang SD, SLTP dan Pascasarjana, ada 2,45 persen atau berjumlah 2.492 pekerja,” rinci Dedy Kurniawan, Kamis (5/11/2026).