Ia menegaskan, bagi generasi muda, peluang bekerja di sektor industri tak hanya berkaitan dengan memperoleh penghasilan. Lingkungan kerja juga menjadi ruang untuk membangun disiplin, meningkatkan kemampuan teknis, memahami standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta mengembangkan keterampilan bekerja dalam tim.
Diakui, terbukanya peluang tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan calon tenaga kerja. Perkembangan teknologi dan proses industri menuntut pekerja memiliki kemampuan beradaptasi, kemauan belajar, serta pemahaman terhadap prosedur kerja. Pendidikan, pelatihan vokasi, dan pengalaman praktik menjadi bekal penting untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja.
Pertumbuhan kebutuhan tenaga kerja juga menghadirkan kesempatan untuk meningkatkan partisipasi dalam kegiatan ekonomi. Karena itu, peningkatan kompetensi pekerja lokal menjadi salah satu aspek penting agar masyarakat setempat dapat mengambil bagian dalam perkembangan industri di Morowali.
IMIP sebagai kawasan industri pengolahan dan hilirisasi mineral menjadi salah satu lingkungan kerja bagi ribuan tenaga kerja dengan latar belakang dan kelompok usia beragam. Besarnya proporsi Gen Z menunjukkan generasi muda telah mengambil peran signifikan dalam aktivitas industri.
“Ke depan, tantangan yang perlu dijawab bukan hanya memperluas kesempatan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja muda memiliki kompetensi memadai, berada pada lingkungan kerja aman, dan mempunyai kesempatan berkembang secara profesional. Kehadiran IMIP diharapkan dapat menjadi jalan bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan industri nasional,” pungkas Dedy. *WAN