SULTENG RAYA- Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Palu Jurusan Kesehatan Lingkungan melalui program Desa Binaan terus berupaya mendorong masyarakat hidup bersih dan sehat. Belum lama ini, Tim Poltekkes Palu menyasar warga di Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Indro Subagyo, SKM., M.Kes., mengatakan kegiatan yang dilaksanakan di desa tersebut yakni pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga melalui pembuatan pupuk kompos. ”Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan” katanya.

Selain itu, kata Indro, pelatihan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang menitikberatkan pada pilar pertama STBM, yakni menghentikan praktik buang air besar sembarangan (BABS) dan pengelolaan sampah rumah tangga. “Masyarakat tidak hanya diberikan pemahaman secara teori, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung cara mengolah limbah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali. Pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan” jelasnya.

Menurutnya, sampah organik yang selama ini dianggap sebagai limbah sebenarnya masih memiliki manfaat apabila dikelola dengan cara yang tepat. “Persoalan sampah rumah tangga tidak boleh berhenti di tempat pembuangan akhir. Melalui inovasi pengomposan ini, kami ingin mengubah paradigma masyarakat bahwa limbah organik memiliki nilai tambah, baik secara ekologis maupun agronomis,” ujar Indro.