SULTENG RAYA – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu memperkuat pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan dan pendidikan bagi Anak Binaan, Kamis (10/9/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Kepala LPKA Kelas II Palu, Welli, dan diikuti oleh seluruh jajaran.

Dalam evaluasi tersebut, perkembangan masing-masing Anak Binaan menjadi bahan pembahasan secara menyeluruh. Aspek kedisiplinan, perubahan perilaku, keterlibatan dalam kegiatan pendidikan, serta keaktifan mengikuti berbagai program pembinaan menjadi bagian penting yang diperhatikan.

Evaluasi secara berkala dilakukan untuk memastikan setiap program berjalan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing anak. Selain pembinaan kepribadian dan keterampilan, pendidikan menjadi salah satu perhatian utama LPKA Palu dalam mempersiapkan masa depan Anak Binaan.

Saat ini, dari 41 Anak Binaan di LPKA Kelas II Palu, sebanyak 2 anak masih menempuh pendidikan formal, sementara 21 anak mengikuti pendidikan nonformal melalui program kesetaraan Paket A, B, dan C. Adapun 18 anak yang telah menyelesaikan pendidikan sekolah mendapatkan pembekalan melalui pelatihan yang berorientasi pada keterampilan dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Kepala LPKA Kelas II Palu, Welli, menegaskan bahwa perkembangan Anak Binaan terus dipantau secara berkelanjutan sebagai dasar untuk menentukan langkah pembinaan berikutnya.

“Perkembangan perilaku, kedisiplinan, pendidikan, dan keikutsertaan dalam program pembinaan terus kami pantau. Hasil pemantauan tersebut menjadi bahan penting dalam evaluasi untuk menentukan langkah pembinaan selanjutnya yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak,” jelas Welli.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan LPKA Kelas II Palu, Andi Nuryadin, menjelaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan. LPKA Palu terus mendorong agar Anak Binaan tetap mendapatkan hak pendidikan sesuai dengan jenjang dan kebutuhannya.

“Pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam pembinaan Anak Binaan. Kami berupaya memastikan mereka tetap dapat mengikuti pendidikan, sehingga masa pembinaan tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” ujar Andi.

Menurut Andi, perhatian terhadap pendidikan tidak berhenti ketika Anak Binaan menyelesaikan masa pembinaannya di LPKA. Pihaknya juga berupaya membangun kesinambungan pendidikan agar anak tetap dapat melanjutkan proses belajar setelah kembali ke keluarga dan masyarakat.

“Kami tidak ingin pendidikan mereka berhenti ketika mereka bebas. Karena itu, kami terus berupaya agar pendidikan yang sedang dijalani dapat berlanjut setelah mereka kembali ke masyarakat,” lanjutnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen LPKA Kelas II Palu untuk memastikan pembinaan tidak hanya berlangsung selama Anak Binaan berada di dalam LPKA, tetapi juga memberikan bekal untuk kehidupan setelah bebas.

Melalui pendidikan, pembentukan karakter, serta pelatihan keterampilan yang berkelanjutan, LPKA Palu mendorong setiap Anak Binaan untuk terus berkembang, memiliki kesiapan kembali ke masyarakat, dan menatap masa depan dengan lebih optimistis.*/YAT