SULTENG RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong mengusulkan pembenahan dan peningkatan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Usulan itu disampaikan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, saat bertemu Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Ruang Rapat 215 Gedung Adhyatma Kemenkes RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Erwin didampingi Sekretaris Daerah Parigi Moutong Zulfinasran dan Kepala Bappelitbangda Irwan. Pemkab memaparkan kondisi geografis serta kebutuhan fasilitas kesehatan yang tersebar hingga wilayah pelosok.

Parigi Moutong saat ini memiliki tiga rumah sakit umum daerah (RSUD), yakni RSUD Anuntaloko di ibu kota kabupaten, RSUD Raja Tombolotutu di Kecamatan Tinombo yang berjarak sekitar 167 kilometer, dan RSUD Buluye Napoae di Kecamatan Moutong dengan jarak sekitar 296 kilometer. Selain itu, terdapat 24 Puskesmas yang tersebar di 23 kecamatan.

Pemkab Parigi Moutong mengusulkan sejumlah program prioritas melalui Dinas Kesehatan, di antaranya pembangunan tujuh gedung Puskesmas baru, 18 Pustu, pengadaan 18 unit ambulans, enam instalasi pengolahan air limbah (IPAL), 21 unit water treatment plant, tujuh sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta pemenuhan kebutuhan alat kesehatan.

Untuk RSUD Anuntaloko, Pemkab mengusulkan penguatan sarana dan prasarana penunjang pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA). Usulan lainnya meliputi rehabilitasi gedung bersalin dan nifas, pengadaan ambulans, genset, serta alat kesehatan.

Sementara itu, RSUD Raja Tombolotutu diusulkan mendapat pembangunan Gedung Unit Transfusi Darah (UTD), rehabilitasi ruang operasi dan IGD, penambahan poli rawat jalan, serta pemenuhan alat kesehatan. Usulan tersebut berkaitan dengan tingginya angka rujukan pasien dan kondisi alat kesehatan yang rentan mengalami korosi karena berada di kawasan pesisir.

Adapun untuk RSUD Buluye Napoae, Pemkab mengusulkan pembangunan sejumlah fasilitas, mulai dari gedung rawat inap, UTD, ruang operasi, laboratorium, IGD, radiologi, gizi, laundry, pemulasaran jenazah, hingga rumah dinas atau rusunawa bagi staf. Pemkab juga mengusulkan pengadaan ambulans dan alat kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang didampingi jajaran Dirjen, Sekjen dan Biro Perencanaan Kemenkes menyambut baik usulan Pemkab Parigi Moutong tersebut.

Kemenkes menyatakan akan mendukung pemenuhan alat kesehatan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan, termasuk penyesuaian standar alat kesehatan di tiga RSUD serta rehabilitasi gedung RSUD dan Puskesmas yang belum memenuhi standar.

Selain itu, Kemenkes akan memilih salah satu dari tiga RSUD di Parigi Moutong yang dinilai memenuhi kriteria untuk ditingkatkan kualitasnya menuju rumah sakit berstandar nasional.

Dukungan lainnya berupa pembangunan rumah dinas bagi tenaga kesehatan di RSUD dan Puskesmas, serta pembangunan rumah susun (rusun) tenaga medis di RSUD Buluye Napoae.

Kemenkes juga membuka peluang pembiayaan pendidikan bagi putra-putri berprestasi asal Parigi Moutong untuk menempuh pendidikan kedokteran umum, kedokteran gigi hingga dokter spesialis pada universitas yang direkomendasikan Kemenkes.

Pemkab Parigi Moutong berharap dukungan tersebut dapat mempercepat pemerataan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan jarak antarfasilitas kesehatan yang cukup jauh. AJI