SULTENG RAYA — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Palu (Unismuh Palu) terus memperkuat kualitas akademiknya melalui lokakarya pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), Kamis (3/9/2026).
Lokakarya tersebut dibuka Wakil Rektor I Unismuh Palu, Dr. Sudirman, SKM., M.Kes., dan dihadiri unsur pimpinan fakultas, program studi, dosen, alumni, stakeholders, serta pihak terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Sudirman menegaskan bahwa penerapan kurikulum berbasis OBE merupakan langkah strategis bagi perguruan tinggi dalam memastikan proses pendidikan benar-benar berorientasi pada hasil dan kompetensi yang dimiliki mahasiswa.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup hanya diukur dari terselesaikannya proses perkuliahan dan beban studi mahasiswa. Lebih dari itu, lulusan harus memiliki kemampuan yang relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta tuntutan dunia kerja.
“OBE mengharuskan kita memastikan bahwa proses pembelajaran memiliki keterkaitan yang jelas dengan capaian pembelajaran lulusan. Jadi, yang menjadi ukuran bukan hanya apa yang diajarkan dosen, tetapi apa yang benar-benar mampu dilakukan oleh mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikannya,” ujarnya.
Sudirman menambahkan, dinamika lingkungan sosial, kemajuan teknologi, dan perubahan kebutuhan dunia kerja menjadi alasan penting bagi perguruan tinggi untuk secara berkala mengevaluasi dan memperbarui kurikulumnya.
Karena itu, ia berharap pengembangan kurikulum di FISIP Unismuh Palu tidak berhenti pada pemenuhan aspek regulasi maupun administrasi akademik, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan pembangunan daerah, pemerintahan, masyarakat, dan dunia profesional.
“Melalui OBE, kita ingin lulusan Universitas Muhammadiyah Palu memiliki kompetensi yang jelas, terukur, dan relevan. Ini bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat daya saing lulusan,” katanya.
Sementara itu, Dekan FISIP Unismuh Palu, Dr. Muhamad Dasril, S.Sos., M.Si., mengatakan lokakarya tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan FISIP.
Dasril menilai penyusunan dan pengembangan kurikulum tidak semestinya hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan akreditasi. Kurikulum harus menjadi fondasi dalam membentuk lulusan yang memiliki kemampuan akademik, profesional, sosial, sekaligus karakter yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Melalui lokakarya ini, kami ingin menyamakan persepsi seluruh unsur akademik mengenai bagaimana kurikulum berbasis OBE diterapkan secara konkret dalam proses pembelajaran,” jelasnya.
Ia menjelaskan, FISIP Unismuh Palu berupaya membangun keterkaitan yang kuat antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), metode pembelajaran, hingga sistem asesmen.
Keselarasan tersebut dinilai penting agar proses pembelajaran tidak berjalan secara parsial, melainkan seluruh komponennya saling mendukung dalam mencapai kompetensi lulusan yang telah ditetapkan.
“Kami berharap hasil lokakarya dapat menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif, kontekstual, dan responsif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat maupun dunia kerja. FISIP harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, pemecahan masalah, komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan,” tambahnya.
Dalam lokakarya tersebut, FISIP Unismuh Palu menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman dalam pengembangan pendidikan tinggi, yakni Ketua Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Moh. Irfan Mufti, M.Si., dan Ketua Program Studi Sosiologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dr. Agus Machfud Fauzi, M.Si.
Kedua narasumber memberikan penguatan mengenai konsep dan implementasi OBE, termasuk strategi menyusun kurikulum yang mampu menghubungkan setiap mata kuliah dengan capaian kompetensi lulusan secara terukur.
Lokakarya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen FISIP Unismuh Palu untuk melakukan pembaruan dan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat mutu pembelajaran sekaligus meningkatkan daya saing lulusan dalam menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja yang semakin dinamis. FERY
