SULTENG RAYA – Dua proposal Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu dinyatakan lolos dan menerima Pendanaan Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2026.

Kepastian tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 1033/DST/C3/DT.05.00/2026 tanggal 28 Agustus 2026 tentang Penetapan Penerima Pendanaan Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2026.

Dua proposal yang berhasil lolos tersebut masing-masing berfokus pada pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana serta pengembangan teknologi energi terbarukan berbasis masyarakat.

Proposal pertama berjudul “Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascagempa Bumi melalui Penguatan Produktivitas, Peningkatan Mutu, dan Hilirisasi Kakao Berbasis Inovasi Teknologi di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi”.

Proposal tersebut diajukan oleh Rosmaniar Gailea, dengan Universitas Tadulako sebagai institusi pendamping. Hasriyanty ditetapkan sebagai bagian dari tim pendamping.

Sementara proposal kedua berjudul “Edukasi Pengembangan Teknologi Tenaga Surya bagi Kelompok Nelayan dan POKDARWIS Berbasis Green Ekonomi sebagai Penyangga Utama Ekonomi Pasca Gempa di Sirenja, Kabupaten Donggala”.

Proposal tersebut diajukan oleh Rukhayati, dengan Universitas Negeri Makassar sebagai institusi pendamping dan Bakhrani A. Rauf sebagai pendamping.

Program Kosabangsa merupakan salah satu inisiatif pemerintah yang dirancang untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui penerapan teknologi serta inovasi dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Melalui program tersebut, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para dosen pengabdi yang berhasil memperoleh pendanaan Kosabangsa Tahun Anggaran 2026.

Ia berharap para dosen penerima pendanaan dapat menjalankan program secara maksimal bersama mahasiswa dan institusi pendamping.

“Selamat kepada dosen pengabdi yang dinyatakan lolos proposalnya. Silakan menjalankan pengabdiannya bersama mahasiswa dan institusi pendampingnya. Jalankan itu dengan baik sebagaimana tujuan dari program itu sendiri,” ujar Prof. Rajindra.

Menurutnya, keberhasilan memperoleh pendanaan tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai mitra pengabdian.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unismuh Palu, Dr. Rukhayati, SE., MM, menjelaskan bahwa terdapat empat proposal yang sebelumnya diajukan Unismuh Palu dalam Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2026.

Dari empat proposal tersebut, dua proposal dinyatakan lolos setelah melalui sejumlah tahapan seleksi, termasuk seleksi administrasi, substansi, kunjungan lapangan, dan wawancara.

“Proposal yang kami kirim ada empat, dinyatakan lolos ada dua. Alhamdulillah, ada yang lolos dua. Kami bersyukur,” ujar Rukhayati.

Ia menjelaskan, proposal yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan substansi selanjutnya diwajibkan mengikuti tahapan kunjungan lapangan. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan program sekaligus melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat yang menjadi lokasi mitra.

Hasil penilaian pada tahap seleksi substansi dan kunjungan lapangan kemudian menjadi salah satu dasar utama dalam penetapan penerima pendanaan Program Kosabangsa.

Menurut Rukhayati, keberhasilan dua proposal tersebut menunjukkan adanya peningkatan kualitas proposal pengabdian yang diajukan para dosen Unismuh Palu.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualitas program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap tahun depan lebih banyak lagi proposal yang dinyatakan lolos,” harap Rukhayati. ENG