SULTENG RAYA — Sebanyak 23 UMKM asal Sulawesi Tengah (Sulteng) ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia.
Keikutsertaan tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas pasar, memperkenalkan produk unggulan, sekaligus mendorong UMKM naik kelas.
Dari 23 UMKM tersebut, enam di antaranya berhasil lolos kurasi untuk hadir secara langsung dalam KKI 2026 di Jakarta. Sementara 17 UMKM lainnya mengikuti KKI melalui skema online.
KKI 2026 mengangkat semangat Beudaya Meusare Sare yang berarti Berdaya Bersama-sama, dengan penguatan UMKM sebagai salah satu bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Adapun 23 UMKM Sulteng yang mengikuti KKI Online 2026 berasal dari berbagai sektor, mulai dari kuliner khas nusantara, kopi, wastra dan fesyen, kerajinan, hingga produk perawatan tubuh.
Mereka yakni Hj. Mbok Sri, Butik Syahira, Jagad Sutera, Ewood Indonesia, Lecker, Rapoviaka Simple, Kopi Kalemago, Togean Naturale, Sri Rejeki, Amanah Yutaka, Zam-Zam, Raja Kripiks, Fida Food, Kopi Kamanuru, FFF by Ferry, Rezeki Viola, Batik Nation, Tenun Al Hikmah, PT Bamba Rattan, Bintang Gallery, Gula Semut Molomamua, Zaza Cookies, dan Syahan Food.
Produk yang ditampilkan juga cukup beragam. Di sektor Wastra/Ready to Wear, terdapat Butik Syahira, Jagad Sutera, FFF by Ferry, Rezeki Viola, Batik Nation dan Tenun Al Hikmah.
Sementara sektor Craft/Home Decor diwakili Ewood Indonesia, PT Bamba Rattan dan Bintang Gallery. Untuk kategori kopi, terdapat Kopi Kalemago dan Kopi Kamanuru, sedangkan Togean Naturale membawa produk body care.
Adapun sejumlah pelaku usaha lainnya bergerak pada kategori Camilan Nusantara, antara lain Hj. Mbok Sri, Lecker, Rapoviaka Simple, Sri Rejeki, Amanah Yutaka, Zam-Zam, Raja Kripiks, Fida Food, Gula Semut Molomamua, Zaza Cookies dan Syahan Food.
Khusus enam UMKM yang lolos kurasi untuk mengikuti KKI Offline di Jakarta, yakni FFF by Ferry dan Tenun Al Hikmah untuk kategori Wastra/Ready to Wear; Sri Rejeki untuk Camilan Nusantara; Kopi Kamanuru pada area Cangkir Nusantara; serta PT Bamba Rattan dan Bintang Gallery untuk kategori Craft/Home Decor.
Untuk PT Bamba Rattan dan Bintang Gallery, produk akan dikirim untuk kebutuhan display di lokasi kegiatan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, saat membuka talkshow “Akselerasi Intermediasi Mendorong Kemitraan Korporasi dan UMKM Naik Kelas” di JICC Jakarta, Kamis (20/8/2026), mengatakan penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong intermediasi yang semakin produktif sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi.
Menurut Thomas, UMKM perlu terus didorong meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi, memperluas pasar dan terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas.
“UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia,” ujarnya.
Bank Indonesia juga mendorong Gerakan Korporasi Gandeng UMKM sebagai upaya menghubungkan UMKM dengan rantai pasok dan rantai nilai korporasi melalui kemitraan.
Melalui kemitraan tersebut, UMKM diharapkan memperoleh akses pasar, jaringan, teknologi, pengalaman dan standar usaha yang dapat menjadi pengungkit untuk meningkatkan produktivitas serta kapasitas usaha.
Dalam KKI 2026, upaya tersebut antara lain diwujudkan melalui fasilitasi business matching yang menargetkan omzet dan business matching ekspor sebesar Rp446,9 miliar, serta business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, sebesar Rp212,8 miliar.
Keikutsertaan 23 UMKM Sulteng dalam KKI 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas eksposur produk lokal Sulawesi Tengah ke pasar yang lebih luas.Kehadiran enam UMKM yang lolos kurasi secara langsung di Jakarta juga menjadi peluang strategis untuk membangun jejaring bisnis, memperkuat branding, serta membuka akses kemitraan dan pembiayaan.
Dengan semangat Beudaya Meusare Sare, keterlibatan UMKM Sulteng dalam KKI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga menjadi bagian dari proses mendorong UMKM daerah agar semakin produktif, kompetitif dan naik kelas. WAN