SULTENG RAYA – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai melakukan penanganan terhadap kerusakan Jembatan Baliara–Parigimpu’u di Kecamatan Parigi Barat yang terancam roboh akibat gerusan arus sungai pasca banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menurunkan tim beserta alat berat untuk meninjau sekaligus melakukan langkah awal penanganan. Kerusakan terjadi pada bagian bawah jembatan yang menjadi akses vital penghubung Desa Baliara dan Desa Parigimpu’u.

Pantauan di lokasi menunjukkan dinding sayap dan talud pelindung lereng menggantung di atas aliran sungai setelah material tanah di bawahnya terkikis. Selain itu, terlihat celah selebar sekitar satu meter pada bagian kaki jembatan yang memanjang hingga ke bawah fondasi (abutment).

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengancam kekuatan struktur jembatan jika tidak segera diperbaiki. Kepala Desa Baliara, Fadli Badja, mengatakan kerusakan semakin parah setelah banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Menurutnya, derasnya arus sungai terus menggerus struktur penyangga jembatan. “Kalau dibiarkan terus, penggerusan akan meluas,” ujar Fadli saat meninjau lokasi bersama Ketua DPD Baliara, Tasik Borahima, Rabu (5/8/2026).