Fadli mengingatkan, apabila penanganan terlambat dilakukan, kerusakan pada fondasi bawah berpotensi memicu retakan pada badan jembatan hingga menyebabkan ambruknya akses jalan di bagian atas. Ia juga menduga kondisi tersebut diperparah oleh aktivitas pertambangan pasir dan batu (sirtu) atau galian C yang telah lama beroperasi di bagian hilir sungai.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Parigi Moutong telah menurunkan tim ke lokasi dan mendatangkan alat berat. Normalisasi alur sungai diperkirakan menjadi pekerjaan awal untuk mengurangi gerusan yang terus mengancam fondasi jembatan. “Selain meninjau, BPBD sudah mendatangkan alat berat. Kemungkinan lebih dulu dilakukan normalisasi sungai,” kata Fadli.

Selain kerusakan pada struktur jembatan, longsor juga terjadi di tebing sekitar lokasi. Material longsoran dilaporkan merusak jalur pipa air bersih yang selama ini dimanfaatkan masyarakat setempat. Hingga kini, pemerintah daerah masih melakukan pendataan serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan guna mencegah kerusakan yang lebih luas. AJI