Oleh: Machsur Tunggal, S.KM

Penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman nyata, terutama bagi generasi muda. Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan, relasi sosial, serta produktivitas.

Upaya pencegahan sering kali terfokus pada penindakan dan sosialisasi bahaya. Namun, satu pendekatan yang tak kalah penting adalah membangun alternatif positif—ruang aman tempat anak muda bisa tumbuh, berjejaring, dan menyalurkan energi secara sehat.

Salah satunya melalui komunitas, seperti komunitas runners. Narkoba kerap masuk melalui celah kesepian, tekanan pergaulan, dan minimnya aktivitas bermakna. Ketika seseorang tidak memiliki lingkar sosial yang suportif, godaan untuk mencari “pelarian instan” menjadi lebih besar. Di sinilah komunitas berperan strategis. Komunitas menghadirkan rasa memiliki, tujuan bersama, dan dukungan sosial—tiga hal yang terbukti efektif menurunkan perilaku berisiko.

Komunitas runners menawarkan paket lengkap pencegahan berbasis gaya hidup sehat. Pertama, aktivitas fisik rutin seperti lari meningkatkan hormon endorfin yang memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres—dua faktor yang sering memicu penyalahgunaan zat.

Kedua, interaksi sosial positif tercipta saat latihan bersama, fun run, atau sekadar berbagi target. Relasi yang sehat ini memperluas pertemanan sekaligus memperkuat kontrol sosial alami. Ketiga, disiplin dan tujuan—menyusun jadwal latihan, mengejar jarak atau waktu—membentuk kebiasaan baik yang menjauhkan dari perilaku destruktif.

Lebih dari sekadar olahraga, komunitas runners juga dapat menjadi agen perubahan. Banyak komunitas yang menyisipkan pesan hidup sehat, kampanye anti-narkoba, hingga kegiatan sosial.

Narasi “lari bersama” menjadi simbol bahwa pencegahan narkoba tidak harus kaku dan menggurui, melainkan bisa menyenangkan, inklusif, dan membumi. Keteladanan anggota senior, suasana egaliter, dan kegiatan rutin menciptakan ekosistem yang ramah bagi siapa pun yang ingin berubah ke arah lebih baik.

Tentu, komunitas bukan solusi tunggal. Namun, ketika upaya edukasi, keluarga, sekolah, dan kebijakan publik bertemu dengan gerakan komunitas, dampaknya berlipat. Pemerintah daerah, sekolah, dan organisasi kepemudaan perlu mendorong kolaborasi dengan komunitas runners—memfasilitasi ruang, agenda bersama, dan dukungan sederhana agar gerakan positif ini berkelanjutan.

Mencegah narkoba berarti mengisi hidup dengan pilihan yang lebih baik. Melangkah bersama komunitas runners bukan hanya soal berlari mengejar garis finis, melainkan berlari menjauh dari bahaya narkoba—menuju tubuh yang sehat, pikiran yang jernih, dan masa depan yang lebih cerah.

Selain aktif berolahraga, menjaga pola hidup sehat secara menyeluruh juga menjadi benteng penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Pola makan seimbang, istirahat yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik berperan besar dalam menjaga kestabilan fisik dan mental seseorang.

Individu yang terbiasa hidup sehat cenderung memiliki kesadaran diri yang lebih tinggi terhadap apa yang masuk ke dalam tubuhnya, sehingga lebih mampu menolak ajakan atau pengaruh negatif, termasuk narkoba.

Pola hidup sehat juga berkaitan erat dengan pola pikir positif dan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri. Ketika seseorang mulai peduli pada kesehatan—misalnya mengurangi begadang, menghindari rokok dan alkohol, serta mengatur waktu antara pekerjaan dan istirahat—maka ia sedang membangun benteng perlindungan jangka panjang.

Kesadaran ini membuat narkoba tidak lagi dipandang sebagai solusi, melainkan sebagai ancaman nyata terhadap kualitas hidup yang sedang dijaga. Lebih jauh, gaya hidup sehat yang dilakukan bersama komunitas akan menciptakan lingkungan sosial yang saling menguatkan. Diskusi tentang nutrisi, kualitas tidur, manajemen emosi, hingga produktivitas sering muncul secara alami di komunitas positif.

Lingkungan seperti ini membantu anggotanya saling mengingatkan dan menumbuhkan budaya hidup sehat yang konsisten. Dalam konteks pencegahan narkoba, lingkungan yang sehat secara fisik dan mental akan menutup ruang bagi perilaku menyimpang untuk berkembang.

Dengan demikian, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya berhenti pada ajakan menjauhi zat berbahaya, tetapi juga pada upaya sadar membangun kualitas hidup yang lebih baik. Aktif di komunitas, rutin berolahraga, serta menerapkan pola hidup sehat adalah investasi nyata untuk masa depan. Ketika hidup terasa bermakna dan tubuh berada dalam kondisi prima, narkoba tidak lagi memiliki tempat dalam pilihan hidup seseorang.

Sebagai wujud nyata kampanye hidup sehat dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, BNNP Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Bank Sulteng akan menyelenggarakan kegiatan Fun Run pada hari Sabtu, 20 Desember 2025.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, memperluas pertemanan positif, serta menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.

Oleh karena itu, masyarakat—khususnya generasi muda—diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif, mengajak keluarga dan sahabat, serta menjadikan momentum ini sebagai langkah awal menuju gaya hidup sehat dan masa depan yang lebih berkualitas tanpa narkoba.

Penulis adalah Penyuluh Narkoba BNNP Sulawesi Tengah