Selain itu, penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian asesor LAMEMBA. Evaluasi dilakukan hingga pada implementasi kurikulum, penilaian capaian pembelajaran, dan rencana tindak lanjut untuk perbaikan mutu.
Dalam persiapan akreditasi, tim program studi menata basis data dan dokumen pendukung berdasarkan tujuh kriteria penilaian. Dokumen tersebut mencakup kinerja dosen, rekam jejak mahasiswa, tata kelola unit pengelola, serta sistem penjaminan mutu.
Ke depan, Program Studi Magister Manajemen akan menindaklanjuti sejumlah rekomendasi asesor, termasuk pengembangan aplikasi digital untuk penilaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan pelibatan praktisi dalam proses pembelajaran. Mulai Semester Genap Tahun Akademik 2026/2027, program studi merencanakan kerja sama dengan KADIN Sulawesi Tengah untuk menghadirkan pelaku usaha sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.
Program studi juga terus menjaga konsistensi mutu melalui penyeragaman bahan ajar dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) di kelas paralel, evaluasi pembelajaran oleh Gugus Kendali Mutu, serta pendampingan bagi mahasiswa tingkat akhir agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
Bagi alumni, predikat Unggul dapat menjadi nilai tambah dalam memenuhi persyaratan administrasi pada proses rekrutmen kerja tertentu. Sementara bagi Untad, capaian ini menambah jumlah program studi dengan akreditasi Unggul sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Berdasarkan data Pusat Layanan Akreditasi dan SPMI Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Untad, dengan raihan Program Studi Magister Manajemen, jumlah program studi berakreditasi Unggul di Universitas Tadulako kini mencapai 38 program studi.*ENG