SULTENG RAYA – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal di Kota Palu, Sulawesi Tengah bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Indonesia SIPF, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi terbaru tentang perkembangan pasar modal, khususnya yang dilaksanakan oleh KSEI, KPEI, dan Indonesia SIPF.

Rangkaian kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal yang dilaksanakan meliputi acara media gathering, gathering pengurus Galeri Investasi di Sulteng, kegiatan training for trainers untuk perusahaan efek dan agen penjual efek reksa dana di Sulteng, serta Edukasi kepada Galeri Investasi Universitas Muhammadiyah Palu dan Galeri Investasi Hannah Asa Indonesia.

Penyelenggaraan kegiatan sosialisasi dan edukasi tersebut juga sejalan dengan upaya bersama regulator pasar modal, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Self-Regulatory Organizations (SRO) pasar modal, yaitu BEI, KPEI dan KSEI, untuk meningkatkan jumlah investor pasar modal dan meningkatkan aktivitas transaksi pasar modal.

Berdasarkan data KSEI per 31 Agustus 2026, pertumbuhan investor pasar modal di Provinsi Sulteng menunjukkan tren yang positif. Sulteng merupakan Provinsi dengan jumlah investor ke-20 terbesar dari 38 provinsi di Indonesia, yaitu sebanyak 289.515 investor dengan jumlah aset sebesar 4.034 triliun. Bersumber pada jumlah tersebut, Kota Palu menduduki posisi pertama dengan jumlah investor sejumlah 60.881, atau 21% dari total jumlah investor di Sulteng.

Secara keseluruhan jumlah investor di pasar modal Indonesia per akhir Agustus 2026 telah mencapai 31,13 juta investor, yang mencakup investor pemilik saham dan surat berharga lainnya, surat utang, reksa dana, surat berharga negara yang diterbitkan Bank Indonesia. Jumlah tersebut juga meningkat 53% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kepala Unit Edukasi Layanan Jasa Investor KSEI, Abdul Azis Albakkar dalam acara media gathering menyampaikan, investor pasar modal di Sulteng didominasi oleh investor muda dari generasi gen z dan millenial dengan total 81,24%. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan investor muda di pasar modal Indonesia yang cukup signifikan, dengan peningkatan investor usia muda yang saat ini jumlahnya telah mencapai 78,55%.

“Sedangkan dari sisi pekerjaan, investor di Provinsi Sulteng didominasi oleh profesi karyawan (karyawan swasta, pegawai negeri, guru, TNI/ polisi/ pensiunan) dengan total 61,45%,” kata Abdul Azis.