Selama dua hari, peserta dibekali materi dasar pemasaran digital, teknik fotografi produk menggunakan kamera smartphone, hingga praktik membuat desain konten promosi lewat aplikasi Canva. Umar mengakui, tantangan terbesar pelatihan ini adalah rendahnya keakraban peserta dengan perangkat digital, sehingga mahasiswa pendamping harus membimbing peserta satu demi satu.
Di akhir kegiatan, para peserta menyepakati pembentukan Komunitas Usaha Digital Desa Lolu sebagai wadah berbagi informasi dan saling mendukung mengembangkan usaha secara digital.
Tim pengusul menyatakan akan melanjutkan program dengan pendampingan lapangan secara berkala dalam beberapa bulan ke depan, agar peserta benar-benar mampu membuka dan mengelola toko online secara mandiri.
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM), di mana mahasiswa yang terlibat mendapatkan pengalaman belajar langsung di luar kampus sekaligus rekognisi satuan kredit semester (SKS).*ENG
