SULTENG RAYA – Persiapan pelaksanaan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah yang dipusatkan di kompleks Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Sulawesi Tengah, terus dimatangkan. Infrastruktur berupa akses jalan dan gedung pelaksanaan kini telah mencapai 98 persen.

Ketua Panitia Penerima Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM, mengatakan persiapan utama di kompleks Unismuh Palu, khususnya Gedung Banua Kaili (GBK) Rusdy Toana, hampir seluruhnya rampung.

Hal itu disampaikan Prof Rajindra didampingi Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, H. Muh. Amin Parakkasi, S.Ag., M.H.I., di GBK Rusdy Toana, Ahad (20/9/2026). “Tempat ini saya memperkirakan sudah siap, kira-kira 98 persen sudah siap ditempati. Khususnya di kompleks Universitas Muhammadiyah, Gedung Banua Kaili (GBK) Rusdy Toana,” kata Prof Rajindra.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan kecil yang perlu diselesaikan, seperti pembenahan toilet dan fasilitas pendukung lainnya. Namun, hal tersebut tidak lagi menjadi kendala berarti dalam pelaksanaan kegiatan. Tanwir Muhammadiyah dijadwalkan berlangsung pada 19–21 November 2026 dan dirangkaikan dengan Milad ke-114 Muhammadiyah.

Prof Rajindra mengatakan, pelaksanaan agenda nasional tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal di Kota Palu. Ia memperkirakan jumlah peserta dan penggembira yang hadir mencapai 5.000 hingga 10.000 orang. Selain peserta dari wilayah Sulawesi, sejumlah daerah lain seperti Kalimantan dan Jawa Timur juga telah menyatakan kesiapan untuk hadir.

“Dampak pelaksanaan Tanwir ini terhadap pelaku ekonomi di Palu, ekonomi lokal yang ada di Palu, itu bisa hidup,” ujarnya.

Panitia, kata Rajindra, telah berkoordinasi dengan sejumlah hotel, penyedia transportasi, serta pelaku usaha. Pihaknya juga tengah mematangkan penataan lokasi bagi UMKM selama kegiatan berlangsung. “Yang jelas tempatnya kita sudah siapkan semuanya,” katanya.

Selain peserta dan penggembira, kegiatan tersebut juga diperkirakan akan dihadiri sejumlah pejabat nasional. Rajindra menyebut sejumlah menteri telah diagendakan hadir dan berharap Presiden Republik Indonesia turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Proses Panjang