Sementara itu, Ketua PWM Sulawesi Tengah H. Muh. Amin Parakkasi mengatakan, penunjukan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Tanwir 2026 melalui proses yang cukup panjang dan selektif.

Menurut Amin, PWM Sulteng terlebih dahulu mengajukan diri sebagai calon tuan rumah setelah mendapatkan dukungan dari sejumlah amal usaha Muhammadiyah, termasuk Universitas Muhammadiyah Palu dan Universitas Muhammadiyah Luwuk.

“Kita dibiasakan di Muhammadiyah menjadi tuan rumah sebisa mungkin ada kemandirian. Dan dua PTM inilah yang turut memberi rekomendasi mendukung, sehingga Pimpinan Wilayah berani melamar,” jelasnya.

Setelah pengajuan tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan sejumlah kunjungan dan survei ke Sulawesi Tengah sebelum akhirnya menetapkan PWM Sulteng sebagai tuan rumah Tanwir 2026 sekaligus Milad ke-114 Muhammadiyah.

Dalam keputusan tersebut, lokasi pelaksanaan secara khusus ditetapkan di kompleks Universitas Muhammadiyah Palu.

“Ketika kami melamar, salah satu yang kami jual adalah amal usaha kita ini, Gedung Banua Kaili,” kata Amin.

Ia optimistis pelaksanaan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah akan berjalan sukses dengan dukungan seluruh elemen Muhammadiyah serta masyarakat Sulawesi Tengah. ENG