Ia menyebut, keluarga terus memberikan dukungan dalam berbagai kondisi, baik suka maupun duka. Dukungan tersebut membuat dirinya tetap bersemangat dan bangkit untuk menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan hingga mencapai gelar doktor. “Bahkan saat saya merasakan lelah dalam proses menuju ujian terbuka promosi doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Datokarama Palu, keluarga terus memberikan penguatan, sehingga saya terus bangkit melanjutkan proses hingga akhir,” katanya.

Selain keluarga, Mardiati juga menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika MAN IC Palu yang turut memberikan dukungan selama dirinya menempuh pendidikan doktoral. “Juga mereka yang tidak kenal lelah terus memberikan dukungan, yaitu civitas akademika MAN IC Kota Palu, termasuk doa-doa mereka yang pada akhirnya melancarkan proses ini,” ungkapnya.

Bagi Mardiati, gelar doktor yang diraihnya bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga menjadi amanah untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh bagi pengembangan pendidikan. Ia menyadari gelar dan ilmu yang diperolehnya masih jauh dari kesempurnaan. Karena itu, ia memilih untuk terus belajar sekaligus mengabdikan pengetahuannya bagi kemajuan pendidikan.

“Di atas langit masih ada langit. Ilmu yang saya dapatkan masih tergolong sedikit dibandingkan dengan orang lain. Setidaknya, saya terus mengamalkan ilmu yang saya dapatkan ini untuk kemajuan dunia pendidikan di lingkungan Kemenag dan Sulteng,” ujarnyanya. ENG