Dilaksanakan Paralel di Seluruh Wilayah Konsesi
Upaya pencegahan dan penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan di wilayah IGP Pomalaa. PT Vale menjalankan mitigasi dan kesiapsiagaan secara paralel di seluruh wilayah konsesi dan PPKH perusahaan dengan menyesuaikan karakteristik, tingkat kerawanan, serta kebutuhan setiap wilayah operasional.
Dalam pelaksanaannya, PT Vale mengintegrasikan aspek lingkungan, keselamatan, operasional, dan pelibatan pemangku kepentingan. Pendekatan tersebut mencakup identifikasi dan pemetaan area rawan kebakaran, pemantauan kondisi lapangan, kesiapan personel dan sarana tanggap darurat, penguatan prosedur pelaporan dan respons awal, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Perusahaan juga terus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan Karhutla, terutama di wilayah yang berbatasan atau memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat.
Pendekatan kolaboratif diperlukan agar perlindungan kawasan hutan dan lahan berjalan seiring dengan perlindungan terhadap pekerja, masyarakat, aset, dan keberlanjutan kegiatan operasional.
PT Vale meyakini bahwa pengendalian Karhutla membutuhkan sinergi berkelanjutan. Pemerintah berperan dalam kebijakan dan koordinasi penanggulangan, masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan dan pelaporan awal, sementara perusahaan dapat berkontribusi melalui sumber daya, kompetensi, edukasi, pemantauan, dan kesiapan tanggap darurat.
Melalui sosialisasi di Kabupaten Kolaka dan berbagai upaya di seluruh wilayah konsesi dan PPKH, PT Vale berharap dapat memperkuat budaya pencegahan, meningkatkan kesiapsiagaan para pemangku kepentingan, serta meminimalkan risiko Karhutla.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan praktik pertambangan yang bertanggung jawab sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. */RHT
