Menurut dia, kementerian akan melanjutkan proses verifikasi administrasi dan pengecekan lapangan guna memastikan seluruh persyaratan terpenuhi, termasuk memastikan status lahan yang diusulkan benar-benar clear and clean. “Jika seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan, usulan ini dapat diproses ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Selain pembangunan sekolah baru, Gogot menegaskan revitalisasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Kementerian berencana menurunkan tim untuk melakukan verifikasi lapangan terhadap sejumlah sekolah yang diajukan pemerintah daerah. “Sekolah yang menjadi prioritas akan segera kami verifikasi untuk menentukan langkah penanganan yang tepat,” katanya.

Dalam pertemuan itu terungkap bahwa Pemerintah Kabupaten Morowali Utara telah menyiapkan dua alternatif lokasi pembangunan SNT. Salah satu lokasi masih memerlukan kajian lebih lanjut, sementara lokasi lainnya dinilai lebih memungkinkan untuk dikembangkan.

Sekolah Nasional Terintegrasi yang diusulkan dirancang mencakup jenjang SMP dan SMA dengan fasilitas modern, seperti laboratorium, perpustakaan, pusat informasi, sarana olahraga, ruang terbuka, hingga pusat pelatihan guru (teachers learning hub). Sekolah tersebut juga diharapkan menjadi pusat pengembangan pendidikan berbasis prestasi, teknologi, dan peningkatan kompetensi masa depan.

Selain memperkuat literasi dan numerasi, sekolah ini direncanakan memberikan keterampilan tambahan kepada siswa, seperti bahasa Inggris, bahasa Mandarin, desain grafis, pemrograman, coding, hingga kecerdasan artifisial (AI). Konsep tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan sumber daya manusia yang kompetitif di tengah pesatnya perkembangan industri di Morowali Utara.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara juga mengajukan revitalisasi sejumlah sekolah yang sempat menjadi perhatian publik akibat kondisi bangunan yang rusak, di antaranya SDN Tanauge dan SMP Salubiro. Kementerian disebut telah merespons usulan tersebut dengan rencana melakukan pengecekan lapangan untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh persyaratan teknis yang masih dibutuhkan dapat dilengkapi sebelum batas waktu pengajuan berikutnya pada September 2026, sehingga proses pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dapat segera memasuki tahapan lanjutan. VAN