Dari sisi produktivitas, Kecamatan Balinggi saat ini mencatat rata-rata hasil panen lebih dari 5 ton per hektare. Angka tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan sejumlah wilayah lain di Parigi Moutong yang rata-rata produksinya masih berada pada kisaran 3–4 ton per hektare.

Bupati Erwin Burase mengapresiasi kerja keras para petani Balinggi dalam menjaga produksi pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Ia berharap capaian panen tersebut menjadi dorongan bagi petani untuk meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas dan kualitas hasil pertanian. “Saya berharap keberhasilan panen hari ini dapat menjadi motivasi bagi para petani untuk terus meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas, dan kualitas hasil,” kata Erwin.

Ia menegaskan, pemerintah daerah ingin menjadikan Parigi Moutong sebagai salah satu daerah yang kuat dalam produksi pangan dan mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional. Sementara itu, bantuan benih M70D juga disalurkan untuk sejumlah wilayah lain, di antaranya Kecamatan Parigi Selatan, Torue dan Parigi. Total luasan lahan yang mendapatkan bantuan benih tersebut mencapai 13.065 hektare.

Dadan menjelaskan, produksi padi di Parigi Moutong tahun ini belum sepenuhnya merata. Kecamatan Balinggi mengalami peningkatan produksi, sedangkan beberapa wilayah seperti Parigi, Parigi Barat dan Kasimbar mengalami penurunan yang dipengaruhi kondisi iklim dan cuaca.

Untuk wilayah yang mengalami penurunan produktivitas, pemerintah memasukkannya dalam program peningkatan produktivitas melalui dukungan benih dan pupuk.

Selain bantuan M70D, pemerintah juga tengah menguji pendekatan peningkatan produktivitas melalui program PMAS. Program tersebut masih dalam tahap uji coba oleh kementerian bersama tim pendamping BRIN dan pihak terkait. “Kalau Balinggi ada kenaikan. Cuma di daerah tertentu ada penurunan karena iklim dan cuaca. Makanya kita masukkan program peningkatan produktivitas, jadi bantuan benih dan bantuan pupuk,” pungkas Dadan. AJI