SULTENG RAYA – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat produksi pertanian melalui gerakan panen padi serentak sekaligus penyiapan benih unggul untuk musim tanam berikutnya.

Di Kecamatan Balinggi, gerakan panen dilakukan pada areal seluas 5.500 hektare, sementara penanaman kembali dijadwalkan mulai 19 September 2026. Gerakan panen raya tersebut dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis bantuan benih padi varietas M70D di Desa Suli Indah, Kecamatan Balinggi, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong itu mengusung tema “Panen Raya, Petani Sejahtera, Maju, Mandiri, Berkelanjutan melalui Gerbang Desa. ”Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyerahkan secara simbolis bantuan benih padi M70D yang bersumber dari APBN untuk pengembangan pertanian pada lahan seluas 13.065 hektare.

Selain itu, terdapat dukungan APBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk pengembangan lahan seluas 1.000 hektare. Khusus Kecamatan Balinggi, bantuan benih M70D yang disalurkan mencapai 1.137,5 kilogram dan diperuntukkan bagi 85 kelompok tani. Bantuan tersebut akan digunakan pada musim tanam berikutnya, bukan untuk panen yang sedang berlangsung.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Parigi Moutong, Dadan Priyatna, menjelaskan panen seluas 5.500 hektare di Balinggi dilaksanakan secara bertahap dalam rentang waktu sekitar dua pekan. Menurutnya, istilah panen serentak tidak berarti seluruh lahan dipanen dalam satu hari. “5.500 hektare panen dan tanam serentak. Ini panen semua, nanti ditanam lagi tanggal 19 September,” ujar Dadan.

Ia mengatakan, penggunaan varietas M70D pada musim tanam berikutnya diharapkan mampu mempercepat siklus budidaya karena memiliki umur panen sekitar 80 hari. Varietas tersebut juga diharapkan membantu petani mengatasi persoalan padi liar atau yang dikenal petani setempat sebagai “padi setan”.

Menurut Dadan, umur panen M70D yang relatif singkat memungkinkan padi utama dipanen sebelum padi liar memasuki fase pengisian. Kondisi itu diharapkan dapat menekan jatuhnya benih padi liar yang berpotensi tumbuh kembali pada musim tanam berikutnya.