“Dengan doa, kebersamaan, dan bergandengan tangan dalam pelayanan, tantangan-tantangan itu tentunya bisa kita hindari. Kita bisa mencari solusi bersama,” ujarnya.
Delis berharap kehadiran DPC API Kabupaten Morowali Utara tidak sekadar menjadi organisasi formal, tetapi mampu merancang program yang menjawab kebutuhan dan tantangan para pendeta serta masyarakat. Ia menyebut API dapat menjadi wadah untuk memperlengkapi para hamba Tuhan, meningkatkan kapasitas pelayanan dan kapasitas pribadi, sekaligus memperluas dampak pelayanan bagi masyarakat.
Delis juga mengaitkan semangat API dengan simbol api yang terus menyala dalam pelayanan. Ia sekaligus mengharapkan pengurus yang baru dilantik membangun kemitraan dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah dan para rohaniawan memiliki ruang kerja sama yang luas, khususnya dalam membangun masyarakat yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga sehat secara rohani.
Dalam kesempatan tersebut, Delis juga menyinggung dukungan Pemerintah Kabupaten Morut kepada para hamba Tuhan melalui pemberian insentif. Ia menegaskan, insentif tersebut bukan dimaksudkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan para pendeta, melainkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus bantuan untuk meringankan beban mereka dalam menjalankan pelayanan.
Dalam pelantikan tersebut, Pdt. Semuel Baide, S.Th., M.Pd. ditetapkan sebagai Ketua DPC API Kabupaten Morut periode 2026-2031. Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Sulawesi Tengah Asosiasi Pendeta Indonesia Nomor 03/SK/DPD-API/ST/VIII/2026, kepengurusan DPC API Morut dibentuk sebagai bagian dari konsolidasi organisasi API di tingkat kabupaten.
Dalam struktur tersebut, Pdt. Yosep Pede, M.Th. menjabat Ketua I, Pdt. Dhynno Ryvanno Randalongi, S.Th. sebagai Ketua II, dan Pdt. Hewriyanto Wololi sebagai Ketua III. Jabatan sekretaris dipercayakan kepada Pdt. Rishard Samaili, S.Th., wakil sekretaris Pdt. Grendy Yesaya Baide, S.Th., sedangkan bendahara dijabat Pdt. Feisy W. Montang, SP., S.Th.
Kepengurusan juga dilengkapi sejumlah bidang, antara lain organisasi; usaha, kesejahteraan dan sosial; pendidikan dan pemuda; penginjilan dan misi; hukum; wanita; olahraga, seni dan kreativitas; kerohanian; serta hubungan masyarakat. VAN