Delapan jamban tersebut tersebar di dua desa, masing-masing empat unit di Desa Labuan dan empat unit di Desa Sumoli. Seluruh penerima merupakan keluarga berisiko stunting yang sebelumnya belum memiliki akses sanitasi yang layak.
Selain pembangunan jamban, bantuan perbaikan rumah berupa pemasangan lantai dan dinding bagian dalam juga diberikan kepada satu keluarga. Bantuan tersebut berasal dari Sekretaris Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas hunian keluarga penerima.
Nuryamin menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tengah atas dukungan yang diberikan untuk penyelenggaraan Jambore. Sebagian bantuan tersebut kemudian dialokasikan untuk pembangunan jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting, sehingga manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh peserta jambore, tetapi juga langsung menyentuh masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan akses sanitasi keluarga sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Sulteng,” kata Nuryamin.*/AMR