SULTENG RAYA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang mudah dan cepat melalui Program Berani Sehat. Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam Forum Komunikasi dan Kemitraan Pemangku Kepentingan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Provinsi Sulawesi Tengah di Ruang Rapat Polibu Kantor Gubernur, Senin (21/9/2026).
Forum yang melibatkan BPJS Kesehatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Kesehatan, rumah sakit dan sejumlah instansi terkait tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan jaminan kesehatan di Sulawesi Tengah, khususnya dalam mendukung Program Berani Sehat.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., mengatakan kolaborasi dengan BPJS Kesehatan merupakan bagian penting dalam memastikan program kesehatan pemerintah benar-benar memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk menyamakan kembali persepsi kita dalam pelayanan kesehatan, khususnya kerja sama dengan BPJS Kesehatan melalui Program Berani Sehat,” ujar Reny.
Menurutnya, sejak pelaksanaan Program Berani Sehat, pemerintah daerah terus berupaya memperluas cakupan kepesertaan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa terkendala persoalan administrasi.
Hingga saat ini, sekitar 217 ribu masyarakat Sulawesi Tengah telah menikmati manfaat Program Berani Sehat. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah daerah dengan BPJS Kesehatan memiliki peran penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan.
Reny menjelaskan, salah satu kekuatan Berani Sehat terletak pada pemanfaatan aplikasi SeHati yang memungkinkan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan ketika menghadapi persoalan status kepesertaan BPJS Kesehatan.
