Sejumlah mata kuliah akan dievaluasi, baik dengan menghapus mata kuliah yang dinilai kurang relevan, memperbarui substansi pembelajaran, maupun menghadirkan mata kuliah baru yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri.
Meski demikian, struktur kurikulum tetap mengacu pada regulasi Kementerian Pendidikan dengan total beban studi sebanyak 144 SKS wajib. Ismail menegaskan, kurikulum baru hanya akan diberlakukan bagi mahasiswa baru angkatan 2026 dan tidak berlaku surut bagi mahasiswa angkatan 2024 maupun 2025.
“Implementasi kurikulum baru dimulai untuk mahasiswa baru angkatan 2026, sedangkan mahasiswa angkatan sebelumnya tetap menggunakan kurikulum yang berlaku saat mereka masuk,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses rekonstruksi kurikulum dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Pihak yang dilibatkan meliputi mitra kerja sama, pengguna lulusan, alumni, perwakilan mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan agar kurikulum yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan dunia pendidikan dan masyarakat.
Seluruh dokumen kurikulum, termasuk pembagian mata kuliah semester satu hingga semester tujuh serta penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Dekan FKIP Unismuh Palu, Dr. Ernitasari Mulyadi, Bach., BP., M.Pd., berharap seluruh tahapan penyusunan kurikulum dapat selesai sesuai target sehingga siap diterapkan pada awal semester ganjil tahun akademik 2026/2027.
“Kami berharap seluruh dokumen kurikulum dapat selesai tepat waktu sehingga implementasi kurikulum baru dapat dimulai pada awal perkuliahan semester ganjil September 2026 untuk mahasiswa baru,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dewi Rara Amiati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan workshop tersebut menghadirkan berbagai mitra strategis sebagai bagian dari proses penyelarasan kurikulum. Mitra yang hadir di antaranya Appletree Preschool Palu, SMP Negeri Madani, MA Muhammadiyah, serta Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) FKIP Universitas Tadulako.
Adapun pengguna lulusan yang turut memberikan masukan berasal dari MTs Aisyiyah, SMK Muhammadiyah Palu, TK Bustanul Athfal 5 dan TK Bustanul Athfal 7, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Selain workshop, kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi dan institusi pendidikan.
Kerja sama dilakukan antara Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR) FKIP Unismuh Palu dengan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) FKIP Universitas Tadulako.
MoU juga ditandatangani antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unismuh Palu dengan SMP Negeri Madani dan Appletree Preschool Palu sebagai upaya memperluas jejaring kemitraan dalam bidang pendidikan, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kompetensi mahasiswa dan lulusan.ENG