“Prinsip keberimbangan, akurasi, dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap media,” jelas mantan ketua KPK ini.

Selain itu, pertemuan itu juga mendorong wartawan untuk terus meningkatkan kapasitas melalui pendidikan, pelatihan, dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Peningkatan kompetensi dinilai menjadi langkah penting agar insan pers mampu menghadapi perkembangan teknologi informasi sekaligus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Para wartawan berharap agar dewan pers dapat terus memberikan motivasi kepada wartawan, khususnya yang bertugas di Morowali, secara berkelanjutan sebagai wadah berbagi pengalaman, memperkuat sinergi antara Dewan Pers dan insan pers, serta melahirkan wartawan yang profesional, independen, dan berintegritas.

“Melalui kolaborasi yang erat antara Dewan Pers, organisasi profesi, perusahaan media, dan para jurnalis, diharapkan Morowali dapat menjadi salah satu daerah yang terus mendorong lahirnya wartawan berkualitas, sehingga pers semakin mampu menjalankan fungsi edukasi, kontrol sosial, serta menjadi pilar demokrasi yang dipercaya masyarakat,” jelas Wakil Ketua PWI Sulteng, Fery sebelum menutup diskusi.*